Rabu, 22 Desember 2010

makalah pengertian evaluasi dalam pengajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Evaluasi Dalam Pengajaran
Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternative-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja direncankan untuk memperoleh informasi atau data; berdasarkan data tersebut kemudain dicoba membuat suatu keputusan. Sudah barang tentu informasi atau data yang dikumpulkan itu haruslah data yang sesuai dan mendukung tujuan evaluasi yang direncanakan.
Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran. Norman E. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation … a systematic prosess of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils.”. (Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa.
Dan pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa, meskipun kini memiliki makna yang lebih luas. Definsisi pertama dikemukakan oelh Ralp Tyler (1950) yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah prose pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum bagaimana, dan apa sebabnya. Definesi yang lebih luas dikemukakan oleh Cronbach dan Stufflebean, yang menyatakan bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan (Arikunto, 2006).



B. Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan evaluasi itu sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan dimuka tersirat bahwa tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukkan samapi dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. Disamping itu, juga dapat digunakan oleh guru-guru dan para pengawas pendidikan untuk mengukur atau menilai sampai dimana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode-metode mangajar yang digunakan. Dengan demikian, dapat dikatakan betapa penting peranan dan fungsi evaluasi itu dalam proses belajar mengajar.
Secara lebih rinci, fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokan menjadi empat fungsi, yaitu:
1. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tenterntu. Hasil evaluasi yang diperoleh itu selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi formatif) dan atau untuk mengisi rapor atau Surat Tanda Tamat Belajar, yang berarti pula untuk menentukan kenaikan kelas atau lulus tidaknya seorang siswa dari suatu lembaga pendidikan tertentu (fungsi sumatif).
2. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengajaran. Pengajaran sebagai suatu sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain.
3. Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK). Hasil-hasil evaluasi yang telah dilaksanakan oleh guru terhadap siswanya dapat dijadikan sumber informasi atau data bagi pelayanan BK oleh para konselor sekolah atau guru pembimbing lainnya seperti antara lain:
- Untuk membuat diagnosis mengenai kelemahan-kelemahan dan kekuatan atau kemampuan siswa.
- Untuk mengetahui dalam hal-hal apa seseorang atau sekelompok siswa memerlukan pelayanan remedial.
- Sebagai dasar dalam menangani kasus-kasus tertentu di antara siswa.
- Sebagai acuan dalam melayani kebutuhan-kebutuhan siswa dalam rangka bimbingan karier.
4. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Seorang guru yang dinamis tidak akan begitu saja mengikuti apa yang tertera didalam kurikulum.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Jenis Evaluasi
Di sekolah yang telah menjalankan system pengajaran PPSI sesuai dengan tujuan tersebut diatas jenis evaluasi dapat di golongkan sebagai berikut:
1. Penilaian Formatif yakni penilaian yang dilakukan pada setiap akhir tahun pelajaran dan fungsinya untuk memperbaiki proses belajar mengajar atau memperbaiki program satuan pembelajaran.
2. Penilaisan Sumatif yakni penilaian yang dilakukan tiap caturwulan atau semester (setelah siswa menyelesaikan suatu unit atau bagian dari mata pelajaran tertentu). Berfungsi untuk menentukan angka atau hasil belajar siswa dalam tahap-tahap tertentu.
3. Penilaian Penempatan (Placement) yang berfungsi untuk menempatkan siswa dalam suatu belajar yang tepat.
4. Penilanian Diagnostik berfungsi untuk membantu memcahkan kesulitan belajar siswa.

B. Macam-macam Bentuk Tes Hasil Belajar
Yang dimaksud dengan tes hasil belajar atau achievement test ialah tes yang dipergunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telah diberikan oleh guru kepada murid-muridnya, atau oleh dosen kepada mahasiswa, dalam jangka waktu tertentu.
Di dalam pendidikan terdapat bermacam-macam alat penilaian yang di dapat dipergunakan untuk menilai proses dan hasil pendidikan yang telah dilakukan terhadap anak didik.
Seperti telah dikemukakan dalam bukunya, Evaluation in Modern Education, Wrightstone menggolongkan macam-macam alat evaluasi tiu menjadi sembilan kelompok, yaitu:

1. Short Answer Tests
2. Essay and Oral Examinations
3. Observation and Anecdotal Records
4. Questionnaires, Inventories and Interviews
5. Checklists and Rating Scales
6. Personal Reports and Projective Techniques
7. Sociometric Methods
8. Case Studies
9. Cumulative Records
Sesuai dengan maksud buku ini, dari bermacam-macam alat evaluasi itu kami akan membatasi diri dalam uraian ini hanya mengenai alat evaluasi yang berhubungan dengan hasil mengajar dan belajar, yang bisa disebut achievement test.
Yang dimaksud dengan tes essay ialah tes yang berbentuk pertanyaan tulisan, yang jawabannya merupakan karangan (essay) atau kalimat yang panjang-panjang. Panjang-pendeknya kalimat atau jawaban tes itu relative, sesuai dengan kecakapan dan pengetahuan si penjawab. Tes essay merupakan bentuk penilaian yang paling dikenal dan banyak dipergunakan oleh guru-guru di sepanjang dan waktu yang lama, biasanya soal-soal tes essay jumlahnya sangat terbatas, umumnya berjumlah di sekitar lima sampai sepuluh soal (item) saja. Lebih dari itu tidak mungkin karena akan memakan waktu terlalu lama dan melelahkan.
Yang dimaksud dengan tes objektif ialah tes yang dibuat sedemikian rupa sehingga hasil tes itu dapat dinilai secara objektif, dinilai oleh siapa pun akan menghasilkan skor yang sama. Tes ini disebut short-answer test karena jawabannya pendek-pendek dan ringkas. Si penjawab atau orang yang dites tinggal memilih, mengisi, menjodohkan, dan sebagainya dengan menggunakan tanda-tanda seperti tertera dalam soal atau suruhan.


BAB III
PENUTUP

• Kesimpulan
Menilai hasil belajar merupakan bagian terakhir dari kesepuluh kiat penting dalam proses pembelajaran. Setelah menguji siswa, anda perlu mengenali sasarsan pengajaran yang akan dicapai. Kemudian anda memilih tata cara pengajaran untuk mencapai sasaran tersebut. Akhirnya, anda harus mengembangkan alat uji dan bahan untuk mengukur seberapa jauh siswa telah menguasai pengetahun yang dipelajari, dapat memperagakan keterampilan, dan menunjukkan perubahan dalam sikapnya sebagaimana yang diharapkan.
Terdapat hubungan langsung antara sasaran belajar dengan soal ujian. Bebarapa ahli menyarankan agar segera setelah isi bahan ajar dan rincian tugas selesai ditulis, anda harus langsung memubat soal ujian yang berhubungan dengan isi pelajaran tadi. Tata cara dapat ditulis kembali sebagai sasaran belajar. Tata cara ini seperti perencanaan terbalik, namun hal ini menunjukkan pentingnya menghubungkan secara langsung penilaian dengan sasaran pengajaran.
Sudah lazim menurukan soal ujian dari sasaran, sedangkan isi bahan ajar dan butir tugas digunakan sebagai rinciannya. Segera setelah anda puas dengan cakupan dan kelengkapan sasaran pengajaran, anda siap memikirkan cara menilai sasaran tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah uji akhir yang merupakan alat tukar hasil belajar pada waktu pokok bahasan atau unit pelajaran telah selesai dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. M. Ngalim Purwanto, MP. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. 1990.
Prof. Dr. Muhtar, M.Pd. Sepuluh Kiat Sukses Belajar. 2007
Prof. Dr. Dasim Budimansyah, Drs. Suparlan, M.Pd, Dr. Danny Meirawan, M.Pd. Pekem. 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar