Kamis, 30 Desember 2010

makalah menejemen pendidikan lagi nih

A. Latar Belakang
Perubahan yang begitu cepat mendorong manusia untuk mengembangkan potensi dirinya. Salah satunya adalah di bidang pendidikan. Sasaran pendidikan sangat berhubungan dengan sekolah dimana sekolah berperan besar dalam kemajuan pendidikan. Sekolah menjadi tempat para siswa mengemban pendidikan untuk mendapatkan ilmu. Di sekolah, siswa juga dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan ketrampilan yang diperlukan dirinya. Oleh karena itu, di sekolah perlu memiliki individu yang bertugas sebagai pemimpin. Pemimpin tidak begitu saja menjadi sebuah symbol tetapi harus diatur atau dimanajemen. Pengaturan maksudnya adalah bagaimana kepemimpinan itu dapat direalisasikan dengan baik. Seorang guru juga dapat menjadi pemimpin yaitu memimpin siswanya ketika mengajar di kelas, memimpin siswa agar berperilaku baik dalam kesehariannya, dan lain-lain.
Berdasarkan uraian di atas, maka manajemen kepemimpinan pendidikan penting untuk dibahas. Banyak hal yang menjadi pembicaraan dalam mengupas segala sesuatu yang berhubungan dengan manajemen kepemimpinan tersebut. Ruang lingkup yang menjadi pokok pembahasan sangat luas seperti pengertian dari manajemen dan kepemimpinan, aspek personalitas dalam kepemimpinan, peningkatan kualitas kepemimpinan, dan lain-lain. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas permasalahan ini agar sesuatu yang tidak diketahui dapat diketahui dan dipahami.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:
1. Apa konsep dasar dari kepemimpinan?
2. Bagaimana aspek personalitas dalam kepemimpinan?
3. Bagaimana cara memanajemen kepemimpinan pendidikan di sekolah?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan penulisan makalah adalah untuk mengetahui:
1. Konsep dasar dan fungsi dari kepemimpinan.
2. Aspek personalitas yang menjadi salah satu kepribadian dalam kepemimpinan.
3. Cara memanajemen kepemimpinan pendidikan di sekolah.
D. Manajemen Kepemimpinan Pendidikan di Sekolah
1. Konsep Dasar Kepemimpinan
Pendidikan merupakan suatu kompleks dan dinamis. Kompleks karena melibatkan berbagai komponen dan dinamis karena pendidikan dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman ke arah yang lebih baik. Pendidikan menjadi salah satu wahana untuk mengembangkan potensi diri. Adapun tempatnya yaitu di sekolah. Di sekolah diperlukan suatu pemimpin untuk mengatur lalu lintas jalannya proses belajar mengajar. Hal ini berhubungan dengan kepemimpinan. Ada berbagai sumber yang memberikan definisi tentang kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain agar orang lain itu dengan sukarela mau diajak untuk melaksanakan kehendaknya atau gagasannya. Pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikan, dan menegakkannya secara jelas dan nyata. Pemimpin menetapkan tujuan, menentukan prioritas, serta menetapkan dan memonitor standar. Selain itu ada definisi yang lain, kepemimpinan merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan orang-orang lain agar mereka mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Menurut Atmosudirdjo (dalam Purwanto, 1990: 25), Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok orang-orang untuk mencontohnya atau mengikutinya, atau yang memancarkan suatu pengaruh yang tertentu, suatu kekuatan yang sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok orang-orang mau melakukan apa yang dikehendakinya. Dari beberapa definisi di atas, kepemimpinan pada intinya mengandung unsur kemampuan seseorang, mampu mempengaruhi orang, dan mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan merupakan salah satu hal yang penting untuk diterapkan di sekolah karena pada hakekatnya kepemimpinan sebagai penentu keberhasilan segala aktivitas. Dirawat (dalam Kusmintardjo dan Burhanuddin, 1996: 22) memberikan definisi sebagai berikut:
Kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dan proses mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir, dan menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.
Pemimpin mempunyai kekuasaan untuk mengatur anggotanya tetapi kekuasaan yang diberikan harus digunakan secara bertanggung jawab. Bertanggung jawab maksudnya adalah tidak menggunakan kekuasaan yang telah diberikan untuk kepentingan dirinya sendiri, tidak otoriter, dan kekuasaan itu digunakan agar dapat mengatur orang dengan cara yang baik. Ciri-ciri pemimpin yang baik dapat dilihat dari intelektualnya, hubungan sosialnya dengan anggota, kemampuan emosional, keadaan fisik, imajinasi, kemampuan penalaran, kesabaran, dan kemauan bekerja keras. Semua itu menjadi hal yang sangat penting untuk keberhasilan kepemimpinan.
Kepemimpinan dapat dipelajari dari bagaimana pemimpin mampu mengatur dan mempengaruhi anggotanya untuk melakukan suatu pekerjaan. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang mungkin tidak sama atau mungkin sama antara pemimpin yang satu dengan yang lain. Gaya kepemimpinan yang baik adalah perpaduan yang seimbang antara suatu gaya dengan struktur tugas dan kekuatan sosial. Artinya tiga kekuatan yang harus dipertimbangkan yaitu kekuatan pada diri pimpinan, kekuatan pada bawahan, dan kekuatan pada situasi. Kekuatan situasi yang harus dipertimbangkan yaitu iklim organisasi, sifat tugas, tekanan waktu, sikap anggota terhadap kekuasaan, dan faktor lingkungan organisasi. Adapun fungsi dari kepemimpinan pendidikan di sekolah adalah:
1. Membantu guru-guru memahami, memilih, dan merumuskan tujuan pendidikan yang akan dicapai.
2) Menggerakkan guru-guru, karyawan, siswa, dan anggota masyarakat untuk mensukseskan program-program pendidikan di sekolah.
1. Menciptakan sekolah sebagai suatu lingkungan kerja yang harmonis, sehat, dinamis, dan nyaman sehingga segenap anggota dapat bekerja dengan penuh produktivitas dan memperoleh kepuasan kerja yang tinggi.
Adapun fungsi kepemimpinan pendidikan menurut Indrafachrudi (dalam Kusmintardjo dan Burhanuddin, 1996: 33) adalah pada dasarnya dapat dibagai menjadi dua yaitu:
a. Fungsi yang bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai
• Pemimpin berfungsi memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujuan kelompok.
• Pemimpin berfungsi memberi dorongan kepada anggota-anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik.
• Pemimpin berfungsi menggunakan kesempatan dan minat khusus anggota kelompok.
b. Fungsi yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan menyenangkan
• Pemimpin berfungsi memupuk dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok.
• Pemimpin berfungsi mengusahakan suatu tempat bekerja yang menyenangkan, sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas.
• Pemimpin dapat menanamkan dan memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok.
2. Aspek Personalitas dalam Kepemimpinan
Aspek personalitas menjadi salah satu kepribadian dalam kepemimpinan. Personalitas dapat diartikan sebagai totalitas karakteristik-karakteristik individu. Elsbree (dalam Kusmintardjo dan Burhanuddin, 1996: menyatakan bahwa aspek yang perlu dipehatikan dalam kemampuan kepemimpinan pendidikan yaitu kepribadian, tujuan organisasi, pengetahuan yang dimiliki pemimpin, dan ketrampilan profesional. Salah satu contoh pemimpin yang ada di sekolah yaitu kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimipin pendidikan perannya sangat penting untuk membantu guru dan muridnya.
Di dalam kepemimpinannya kepala sekolah harus dapat memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkungan sekolah.Kepala sekolah sebagai pemimpin yang mempunyai pengaruh maka harus berusaha agar nasehat, saran dan perintahnya agar diikuti oleh guru-guru. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berpikir, sikap, tingkah laku yang dipimpinnya. Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya, kepala sekolah harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan. Adapun sifat yang mendukung keberhasilan kepala sekolah dalam hubungannya dengan anggotanya adalah:
1. Ramah
2. Responsif
3. Periang
4. Antusias
5. Berani
6. Mempunyai intelektual baik
7. Percaya diri
8. Mau menerima kritik dan saran dari orang-orang yang dipimpinnya
9. Bebas dari rasa takut
Pada umumnya, para kepala sekolah yang sangat efektif dalam memelihara hubungan baik dalam organisasi adalah mereka yang memiliki sifat-sifat kepribadian yang baik.
Ghiselli (dalam Kusmintardjo dan Burhanuddin, 1996: 10) menyatakan bahwa ada enam kemampuan dalam personal dalam kepemimpinan, yaitu:
1. Kemampuan pengawasan
2. Keinginan yang tinggi untuk sukses
3. Kemampuan intelektual
4. Kemampuan mengambil keputusan
5. Keyakinan akan diri sendiri
6. Inisiatif
3. Cara Memanajemen Kepemimpinan Pendidikan di Sekolah
Manajemen didefinisikan sebagai kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan tertentu melalui cara menggerakkan orang lain. Manajemen merupakan suatu proses dimana sumber-sumber yang semula tidak berhubungan satu dengan yang lainnya lalu diintegerasikan menjadi suatu sistem menyeluruh untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Manajemen dan kepemimpinan sebenarnya memiliki kajian yang berbeda. Tetapi keduanya memiliki hubungan yang dekat. Memimpin terkait dengan menggerakkan dan mengarahkan kegiatan orang, sedangkan “memanage” terkait dengan kegiatan mengatur orang. Mengatur bisa dimaknai secara luas, misalnya menempatkan, memberi tugas, membagi-bagi, mencarikan jalan keluar, memperlancar dan mengubah-ubah tugas yang diberikan. Mengelola pendidikan bukanlah hal hal yang mudah untuk dilakukan karena mengelola pendidikan sangat rumit. Di sekolah, diperlukan adanya manajemen yang efektif agar pekerjaan dapat berjalan lancar.
Dalam pelaksanaan manajemen diperlukan adanya teknik. Teknik-teknik manajemen kepemimpinan pendidikan di sekolah, yaitu:
1. Teknik Manajemen Konvensional
Teknik manajemen konvensional banyak menekankan pada aspek mekanisasi dan dekat dengan hubungan kemanusiaan.
1. Management by personality
Teknik ini dilaksanakan dengan diwarnai oleh pengakuan akan kewibawaan seseorang mengelola organisasi
1. Management by reward
Teknik ini memunculkan dorongan kerja dengan motivasi ekstrinsik. Orang dianggap mau bekerja apabila diberi hadiah-hadiah atau pujian.
1. Teknik Manajemen Modern
Pada zaman sekarang, falsafah dasar demokrasi sudah berkembang dan kemudian muncul upaya baru dalam memanajemen proses pendidikan.
1. Management by delegation
Teknik ini dilaksanakan dengan memberikan kepercayaan dan pengakuan atas prestasi dan kemampuan anggota
1. Management by system
Teknik ini dilaksanakan dengan melihat komponen-komponen yang ada dalam organisasi pendidikan sebagai kesatuan yang utuh. Misalnya, sekolah.
Sekolah akan menjadi baik apabila ada manajemen kepemimpinan pendidikan yang baik pula. Manajemen kepemimpinan ini salah satunya sangat tergantung kepada kepala sekolah. Oleh karena itu, kunci keberhasilan suatu sekolah terletak pada efisiensi dan bagaimana kepala sekolah mengelola sekolahnya. Peran kepala sekolah merupakan peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Ada tiga hal agar manajemen kepemimpinan pendidikan berhasil yaitu adanya keahlian kepala sekolah, kemampuan hubungan dengan masyarakat, dan keahlian teknik.
1. Kesimpulan
Perubahan yang begitu cepat mendorong manusia untuk mengembangkan potensi dirinya. Salah satunya adalah di bidang pendidikan. Sasaran pendidikan sangat berhubungan dengan sekolah dimana sekolah berperan besar dalam kemajuan pendidikan. Pendidikan merupakan suatu kompleks dan dinamis. Kompleks karena melibatkan berbagai komponen dan dinamis karena pendidikan dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain agar orang lain itu dengan sukarela mau diajak untuk melaksanakan kehendaknya atau gagasannya. Pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah memikirkan visi dan misi organisasi, mendefinisikan, dan menegakannya secara jelas dan nyata. Pemimpin menetapkan tujuan, menentukan prioritas, serta menetapkan dan memonitor standar.
Aspek personalitas menjadi salah satu kepribadian dalam kepemimpinan. Personalitas dapat diartikan sebagai totalitas karakteristik-karakteristik individu. Pada umumnya, para kepala sekolah yang sangat efektif dalam memelihara hubungan baik dalam organisasi adalah mereka yang memiliki sifat-sifat kepribadian yang baik. Manajemen merupakan suatu proses dimana sumber-sumber yang semula tidak berhubungan satu dengan yang lainnya lalu diintegerasikan menjadi suatu sistem menyeluruh untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. kunci keberhasilan suatu sekolah terletak pada efisiensi dan bagaimana kepala sekolah mengelola sekolahnya. Peran kepala sekolah merupakan peran yang menuntut persyaratan kualitas kepemimpinan yang kuat. Ada tiga hal agar manajemen kepemimpinan pendidikan berhasil yaitu adanya keahlian kepala sekolah, kemampuan hubungan dengan masyarakat, dan keahlian teknik.
F. Daftar Rujukan
Departemen Pendidikan Nasional.(Online), (http://eei.fe.umy.ac.id/index.php?option=page&id=105&item=276, diakses 9 November 2009).
Fattah, Nanang.2009. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Fikrinatuna. 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah, (Online), (http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/kepemimpinan-kepala-sekoalh-sebagai.html, diakses 9 November 2009).
Ibnu. 2009. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, (Online), (http://makalah-ibnu.blogspot.com/2009/10/manajemen-dan-kepemimpinan-pendidikan.html, diakses 9 November 2009 ).
Kusmintardjo dan Burhanuddin, H. 1996. Kepemimpinan Pendidikan. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Mustiningsih. 2004. Dinamika Kelompok Dalam Kepemimpinan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Purwanto, Ngalim. 1990. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soetopo, Hendyat. 1982. Pengantar Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Universitas Negeri Malang. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Biro Administrasi Akademik, Perencanaan, dan Sistem Informasi.
Wahjosumidjo. 2002. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar