Rabu, 22 Desember 2010

makalah filsafat ilmu tentang medode kuantitatif

METODE KUANTITATIF
Ø Metode Kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan angka-angka sebagai sumber data.
Ø Teori adalah satu rangkaian konsep, definisi, proposisi yang secara sistematis mampu melahirkan cara pandang terhadap satu fenomena atas dasar hubungan yang spesifik anatar variable yang digunakan dan tujuannya menjelaskan, meramalkan fenomena tersebut.
Ø Konsep adalah merupakan abstraksi mengenai atribut dan property (ciri istimewa) dari satu fenomena.
Ø Jenis-jenis konsep :
1. Construct adalah konsep yang khusus diciptakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, contoh freedom (kebebasan) dalam demokrasi.
2. Constant adalah konsep yang hanya memiliki satu nilai dan nilai tersebut tidak pernah berubah.
Ø Proposisi adalah merupakan pernyataan (statement) tentang hubungan sebab akaibat antara dua atau lebih konsep atau variable.
Ø Bentuk-bentuk proposisi :
1. postulate adalah pernyataan yang diyakini kebenarannya karena itu dipercaya tidak perlu diuji secara empiric.
2. axloma adalah satu definisi yang berlaku umum, tidak terbatas ruang dan waktu, dan tidak diragukan lagi kebenarannya.
3. hipotesa adalah pernyataan tentang hubungan antara variable yang harus diuji kebenarannya.
Ø Jenis-jenis proposisi
1. univarlate adalah pernyataan mengenai satu variable atau satu kasus saja. Proposisi ini mengarah pada penelitian deskriptif-eksploratif, yang hanya terdiri dari 1 variabel.
2. bivariate adalah pernyataan yang menjelaskan hubungan antara 2 konsep atau 2 variabel. Penelitiannya dapat bercorak deskriptif-eksploratif atau deskriptif-evaluatif.
3. multivariate adalah pernyataan yang menghubungkan beberapa konsep atau variable pada saat yang sama. Penelitiannya bercorak deskriptif-evaluatif karena kompoleksitas hubungan yang berbentuk mengindikasikan adanya tipe hubungan asimetris, artinya ada satu atau lebih variable yang menentukan keberadaan variable lainnya.
Ø Variable adalah konsep yang memiliki pariasi nilai.
Ø Jenis – jenis variable :
1. variable kategorikal atau diskrit adalah pariasi nilai yang dikenal tidak berdimensi linear. Satu hal atau satu fenomena yang berdasarkan parian nilai yang dimiliki masuk kedalam satu kategori tertentu, tidak dimungkinklan untuk masuk atau berpindah ke kategori yang lain.
2. variable kontinyum adalah pariasi nilainya bergerak dalam satu rangkaian yang mengenal jarak teretentu, sehingga dimungkinkan adanya perubahan dari satu kategori ke kategori yang lain, nilai yang lebih besar diasumsikan memiliki kualitas yang lebih baik.
Ø Hipotesis adalah pernyataan sebab akibat dari dua atau lebih variable yang dibuat atau dibangun sebagai dasar untuk melakukan pelacakan empiris.
Ø Syarat hipotesis yang baik menurut goode dan haatt (1952) :
1. secara konseptual jelas
2. punya referensi empiris
3. harus cukup spesipik
4. berhubungan dengan tekhnik analisis yang digunakan
5. berlandaskan pada suatu teori tertentu
Ø untuk membentuk hipotesis yang baik :

1. secara teoritik harus mampu merangkai hubungan logika antara indicator – indicator dari tiap variable yang digunakan.
2. memperhatikan kemungkinan hubungan yang bersifat paradoksil antar indicator
3. jangan terlalu ambisi dengan membuat hipotesis yang melebihi ruang lingkup penelitian atau teori yang digunakan.

Ø Indicator adalah hal – hal atau gejala yang mendahului kehadiran sebuah fenomena.
Ø Cara merumuskan indicator :
1. pahami dimensi persoalan yang dihadapi
2. pahami konsep yang cocok untuk menjelaskan persoalan itu
3. munculkan factor-faktor atau hal-hal penting dalam konsep
4. lakukan surpey awal, apakah hal-hal yang kita pikirkan memang ada di lapangan
5. tetapkan apakah factor atau hal itu harus ada untuk menghadirkan fenomena yang diteliti
Ø populasi adalah wilayah generalisasi yang memiliki subyek dan kuantitas tertentu.
Ø Sample adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili karakteristik tertentu.
Ø Cara mengambil sample :
1. sampling adalah tekhnik pengambilan sample, dibagi menjadi dua kelompok besar :
- probability sampling adalah setiap anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sample
- non probability setiap anggota populasi tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sample
Ø sub-sub probability sampling :
1. random sampling adalah pebedaan dalam semua individu tidak diperhatikan sehingga cocok untuk karakter populasi yang homogen.
2. sistemik sampling adalah ditentukan interval jarak antar nama atau antar nomer yang kita pilih
3. setrativied random sampling anggota populasi dikelompokan kedalam strata tertentu, ditentukan porsi tiap strata terhadap jumlah populasi sebagai dasar bagi penarikan sample, anggota sample diambil di tiap strata secara acak sesuai dengan porsi tiap strata
4. klester sampling adalah perluasn dari strativied random sampling, anggota populasi dibagi kedalam area-area tertentu, di teap area ada beberapa strata dan disetiap strata dilakukan penarikan sample sesuai prosedur yang dikenal dalam setrativied random sampling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar