Powered By Blogger

Kamis, 30 September 2010

makalah tentang pengertian dan pengajaran

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan upaya untuka menfasilitasi individu lain. Dalm nencapai kemandirian. Serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di daalam kompetisi kehidupan pendidikan juga merupakan aktifitas untuk melayani orang lain Dalam mengekplorasi potensi dirinya, sehingaa trjadai proses perkembangan kemanusiaan agar mampu berkompetesi disdalam lingkupkehidupan (insane cerdas dan kompetitif). Aktifitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetrahuan, tekhmnologi dan keterampilan serta meningkatkan kecerdasan dan pengndalian emosinya sehingga seseorang mampu survive didalam kehdupan.

B. Rumusan Masalah

1. apakah pengrtian pendidikan itu?

2. apakah pengertian pengajjran itu?

3. apa hubungan antara pendidikan dan pengajaran ?

C. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini supaya kita dapat mengetahui ap pengertian pendidikan dan pengajaran serta hubungan antara keduanya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian pendidikan

Para ahli pendidikan menemui kesultan dalam merumuskan definisi pendidikan. Kesulitan itu antara lain disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan serta aspek kepribadian yang dibina dalam kegiatan itu, masing-masing kegiatan tersebut disebut pendidikan

1. menurut Rupert C. Lodge dalam philosophiy of education menyatakan bahwa dalam pegertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman.

2. joe park merumuskan pendidikan sebagai the art or process of importing or acquiring knowledge and habit through instructional as strudy. Dalam definisi ini ditekankan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran ( instruction ) sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan.

3. Theodore mayor greene mengajukan definisi yang sangat umum pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. Dalam definisi ini aspek pendidikan luas sekali

4. alfed nort whitehead menyusun definisi pandidikan yang menekankan segi keterampilan menggunakan pengetahuan sehingga cakupan pendidika sempit.

Konperensi international tentang pendidikan islam yang pertama ( 1977) tenyata tidak juga berhasil menyusun suatu definisi pendidikan yang dapat mereka sepakati ( al-athas, 1979 : 157 ). Kesulitan yang mereka hadapi pada dasarnya sama dengan kesulitan yang dihadapi para ahli yang disebutkan tadi : banyaknya segi kepribadian yang dibina. Jadi, sanagt tidak mengkin mmbuat definisi pendidikan yang sangat singkat tetapi mencakupdaerah binaan yang luas itu.

Seandainya definisi pendidikan yang ,encakup itu diperlikan agaknya rumusan ini dapat ditawarka. Pendidika adalah meningkatkan diri dalam sega;la aspeknya. Definisi ini mencakup kgioatan penidika yang melibatakan guru aupun yag tidak melibatkan guru (pendidk). Mencakup pendidikan formal mau[un non formal sta informal. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah selurh aspek kepribadian.

B. Pengertian Pengajaran

Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidk sana dengan pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja. Bagaimana duduk persoalannya?

Sikun pribadi, guru besar IKIp BAndung, pernah menjelaskan msalah ini dalam tulisannya. Mneurut pendapatnya, mendiidk dalam arti pedagogis tidak dapt disamakan denganpengertian mengajar. Pengajaran meurut pendapatnya adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak, mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata, yait supaya anak lebih banyak pengetahuaany, lebih cakap berpikir kritis, sistematis da obyektif serta trampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan pendidikan.

Uraian ini agak membingungkan. pada satu pihak , ia mengatakan bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. Tetapi pada pihak lain mendidik itu bertujuan mengembangkan seluruh aspek kepribadian. K.H Dewantoro berpendapat bahwa pengajaran itu adalah sebagian dari pendidikan. Ia menyatakan sebagai berikut” pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan”.

Tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantoro. Menurut mereka mendidik ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya. Salah satu di antara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajar. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik, memberikan hadiah, memberikan hukuman dan sebagainya.

Sekalipun pengertian pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh Sikun Pribadi dan Dewantoro tersebut hanya berlaku bagi pendidikan yang melibatkan guru (si pendidik), namun pengertian itu dapat dipakai, sekurang-kurangnya untuk menentukan pengertian pendidikan dalam arti sempit.

C. Hubungan Pendidikan dan Pengajaran

Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya.

Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah. Oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sekaligus sebagai pembimbing yaitu sebagi wali yang memabantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studynya dan pemecahan bagi permasalahan lainnya. Bila usaha-usaha selain pengajaran amat kurang dilakukan disekolah, kiranya dapat diduga hasil pendidikan tidak akan sempurna. Artinya, pendidikan tidak akan berhasil dalam mengembangkan anak didik secara utuh dan maksimal.

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

a) Pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya.

b) Pengajaran adalah dengan cara memeberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan.

c) Hubungan pendidikan dan pengajaran adalah:

pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya

B. Saran

Harapan kami semoga dengan selesainya makalah ini dapat memenuhi kebutuhan materi bacaan, terutama para mahasiswi PAI. Namun tidak menutup kemungkinan makalah ini bisa sesempurna mungkin. Maka dari itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan, terutama dari bapak dosen pengampu.

DAFTAR PUSTAKA

Tafsir, Ahmad. 2007. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: Rosydakarya.

http://www.muklisfahruddin.web.id/2009/03.

makalah tentant pengertian kualitatif dan kuantitatif

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebuah pendekatan atau metode ilmiah, baik ada atau tidak ada dalam penelitian. Tentu tidak terlepas dari kebaikan dan kelemahan, kerugian dan keuntungan. Untuk itu dibutuhkan sebuah pertimbangan yang lebih baik dan yang lebih tepat yang perlu di fahami dari masing-masing pendekatan. Setelah memahami berbagai jenis macam penelitian yang di tinjau dari beberapa aspek. Selanjutnya dalam makalah ini akan di paparkan sedikit penjelasan tentang jenis penelitian di tinjau dari pengukuran dan anlisis data penelitian yang penelitian kuantitatif dan kualitatif dan kemudian menjadi judul makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif serta cirri-cirinya?
2. Sebutkan perbedaan diantara keduanya?
3. Bagaimana langkah-langkah yang ti tempuh dalam proses penelitian tersebut?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Dan Cirri-Ciri Dari Penelitian Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif
a) Kualitatif
Penelitian kualitatif di sebut juga dengan naturalistic inquiry atau inkuiri ilmiah. Penelitian kualitatif artinya prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Cirri-ciri penelitian kualitatif yaitu latar ilmiah (natural setting) manusia sebagai alat (insturmen) nalisis data secara induktif. Teori dasar (grounded theory) deskriftif. Desain yang berifat sementara dan hasil penelitian di rundingkan di sepakati bersama.
b) Kuantitatif
Dalam penelitin kuantitatif di gunakan istilah sciensific paradigm (paradigma ilmiah). Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan pengukuran tingkatan suatu cirri tertentu. Penelitian kuantitatif mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan presentase, rata-rataci kuadrat, dan perhitungan statistic lainnya. Dengan kata lain cirri penelitian kuantitatif adalah penelitian yang harus melibatkan diri pada perhitungan atau angka-angka. 1
B. Perbedaan Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif
Untuk bisa menggali data dengan baik di perlukan strategi penelitian tertentu menurut model penelitiannya dari strategi inilah desain penelitian di susun dan untuk mengenali sebuah data yang kita butuhkan kecermatan dalam kerangka penelitian maka di antara cara yang di butuhkan adalah mencari klasifikasi, perbedaan atau cirri-ciri tertentu dalam data tersebut.2
Di dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif terdapat perbedan yang bersifat mendasar. Meskipun beberapa hal juga memiliki persamaan. Berikut ini perbandingan singkat dan secara garis besar perbedaan dan persamaan keduanya .
No Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif
1 Kejelasan unsure : tujuan pendekatan subjek sumber data sudah mantap dan rinci sejak awal Kejelasan unsure : ubyek sample sumber data tidak mantap dan rinci masih fleksibel, dan perkembangnya sambil jalan (emergent)
2 Langkah penelitian : segala sesuatu di rencanakan sampai matang ketika persiapan di susun Langkah penelitian : baru di ketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai
3 Dapat menggunakan sample dan hasil penelitiannya di berlakukan untuk populasi Tidak dapat menggunakan pendekatan populasi dan sample dengan kata lain dalam penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi sample. Istilah yang di gunakan adalah setting. Hasil penelitiannya berlaku bagi setting yang bersangkutan.
4 Hipotesis : (jika perlu)
a) Mengajukan hipotesis yang akan di gunakan dalam penelitian.
b) Hipotesis menentukan hasil yang di ramalkan .......... a priori Hipotesis :
a) Tidak menggunakan hipotesis sebelumnya. Tetapi dapat lahir selama peneletian berlangsung ............... tutatif hasil penelitian terbuka.
5 Desain : dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharpkan. Desain : desain penelitianya adalah flexsibel dengan langkah-langkah dan hasil yang dapat di pastikan sebelumnya.
6 Pengumpulan data : kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk di wakilkan. Pengumpulan data : kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
7 Analisis data : dilakukan sesudah data terkumpul. Analis data : dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.
Data tersebut sekedar pengantar dan gambaran tentang dua jenis penelitian tersebut. 3
C. Langkah-langkah penelitian
Setelah di ketahui perbedaan masing-masing peneletian selanjunya mencari strategi penelitian sebagai landasan penyusunan peneletian. Terdapat beberapa macam setrategi dan secara global di bagi menjadi dua macam, yakni paradigma ilmiah dan paradigma alamiah.
a) Paradigma ilmiah
• Deskriftif desain deskriftif
• Kausal desain kausal
• Komparatif desain komparatif
b) Paradigma alamiah
• Historical method desain histories
• Biographical method desain biography
• Fenomenologi desai fenomologi dst.
Kemudian menyusun kerangka rancangan penelitian, berikut untuk masing-masing kerangkah rancangan langkah-lankha penelitian :
1) Memilih masalah
2) Studi pendahuluan
3) Merumuskan masalah
4) Merumuskan anggapan dasar
5) Merumuskan hipotesis
6) Memilih pendekatan
7) Menentukan variable dan sumber tertentu
8) Mengunpulkan data
9) Analisis data
10) Menarik kesimpulan
11) Menulis laporan
Secara umum format atau sistematika hasil penelitian berbeda-beda tergantung kebutuhan dan sistematika yang dibuat.
Selanjutnya di bawah ini, contoh secara umum tentang rancangan penelitian kualitatif dan kuantitatif.
• Kerangka penelitian Kuantitatif
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Pendahuluan
D. Hipotesis Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Kesesuaian Paradigma Teori Subsatif
G. Kajian Pustaka (Hasil Penelitian Terdahulu)
H. Definisi Konsep / Istilah Operasional
I. ................... dst.
II. KAJIAN TEORI
A. ..............
B. ...............
C. .............
D. ............... dst
C. Sewaktu ada dilapangan
D. Sedudah kegiatan lapangan
E. Mengakhiri dan menutup kegiatan
III. METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi Dan Sampel
C. Instrumen Pengumpulan Data
D. Prosedur Pengumpulan Data
E. Pelaksanaan Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Lokasi Penelitian
H. ......................dst
• Kerangka Penelitian Kualitatif
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Alasan Penelitian Masalah
C. Perumusan Masalah
D. Pembatasan Studi atau Fokus Penelitian
E. Kegunaan Hasil Penelitian
II. KAJIAN TEORI
A. Kepustakaan yang berkaitan
B. Kesesuaian dengan paradigma dan teori subtatif
C. Kajian terdahulu
D. Perspektif teori yang digunakan
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Deskripsi latar, sumber data, sarana kajian dan entri
B. Tahap-tahap penelitian
C. Teknik penelitian
D. Pengumpulan data dan pencatatan data
E. Teknik analisis danpenafsiran data
IV. LOGISTIK PENELITIAN
A. Secara Keseluruhan
B. Sebelum terjun ke lapangan
C. Sewaktu berada di lapangan
D. Sesudah kegiatan lapangan
E. Mengakhiri dan mengaplikasikan
V. PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
A. Perpanjangan Keikut Sertaan
B. Ketentuan Pengamatan
C. Triagulasi
D. Pemeriksaan Sejawat
E. Kecukupan Infenensial
F. Pergerakan Anggota
G. Uraian Tebal
H. Auditing
Meskipun demikian tidak semua poin di atas dipakai secara keseluruhan tergantung kebutuhan masing-masing.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data secara deskriftif berupa kata tertulis. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan angka-angka yang di dasarkan presentasi keduanya memiliki persamaan meskipun juga memiiki perbedaan dan dalam langkah-langkah struktur rancangan di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan.
B. Saran
Layaknya manusia biasa yang penuh dengan kesalahan, tentunya di dalam makalah yang kami buat memiliki banyak kekurangan pula. Oleh karena itu kritik dan saran kami harapkan demi membantu kemajuan secara menyeluruh.

DAFTAR PUSTAKA
Ari Kamto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Adi Maha Satya.
Kasriman, Moh. 2008. Metodologi Penelitian. Malang : Malang Press.
Yahya, Islachuddin. 2007. Tehnik Penlisan Karangan Ilmiah. Surabaya : Surya Jaya Raya.

resume materi perkuliahan ilmu sosial dasar

ILMU SOSIAL DASAR
STRATIFIKASI SOSIAL/PELAPISAN SOSIAL
 startifikasi sosial (pelapisan sosial)
adalah pelapisan yang terdapat dalam masyarakat yang biasanya tersusun secara bertingkat.
 startifikasi akan ada dalam masyarakat secara ilmiah baik masyarakat tradisional sampai dengan modrn.
 yang mendasari srtatifikasi dalam masyarakat.
 kekayaan
 kekuasaan
 pendidikan
 pengetahuan tentang agama
 stratifikasi akan muncul dalam masyarakat apabila ada sesuatu yang dihargai
 menurut kronologisnya (terjadinya) startifikasi (pelapisan) dibedakan menjadi 2 bagian
 stratifikasi terjadi dengan sendirinya.
Adalah pelapisan masyarakat yang terbentuk secara otomatis (astaribedstatus) tanpa subuah usaha. biasanya srtifikasi terjdai karena kelahiran contohnya gelar kebangsaan.
 startifikasi yang terjadi dengan disengaja
Adalah system pelapisan yang disusun dengan sengaja yang di dalamnya ada pembagian kewenangan dan kekuasaan contohnya pemerintah, organisasi-organisasi

Jenis Stratifikasi Dibedakan Menjadi 2 Bagian
Pelapisan Tertutup
yaitu pelapisan masyarakat yang anggotanya tidak memungkinkan pindah lapisan baik ke atas maupun ke bawah.
Stratifikasi / Pelapisan Terbuka
yaitu pelapisan masyarakat yang anggotanya memungkinkan pindah lapisan baik ke atas maupun ke bawah

INTEGRASI NASIONAL
 Integrasi adalah keserasian persatuan, keharmonisan
 Integrasi sosial adalah adanya ke,rjasama dari seluruh anggota masyarakat secara keseluruhan sehingga menghasilkan persatuan dan adanya konsensus nilai-nilai yang dijunjung tinggi
 Integrasi akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi atau paksaan
 Integrasi nasional merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara yang ada di dunia, yang berbeda adalah bentuk permasalahan yang dihadapinya
 Permasalahan utama yang dihadapi dalam menciptakan integrasi nasional adalah:
 Perbedaan ideologi
 Masyarakat yang majemuk
 Masalah teritorial
 Permasalahan politik
 Prasangka dan Ethnosentrisme
 Isu asli dan tidak asli
 Upaya-upaya pendekatan untuk mewujudkan integrasi nasional:
 Upaya mewujudkan idealisme dan cita-cita nasional dengan pembangunan nasional di berbagai sektor dan pemerataan pembangunan dan hasil pembangunan.
 Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan daerah melalui pembangunan sarana komunikasi, informasi dan transportasi
 Menggali kebudayaan daerah menjadi kebudayaan nasional
 Membentuk jaringan asimilasi bagi berbagai kelompok etnis baik pribumi maupun non pribumi
 Melalui jalur formal (pendidikan)
 Memperkuat idiologi nasional
PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Usaha Mengatasi Masalah Penduduk Dunia
penduduk distabilisasi/diseimbangkan
konsumsi alam alam dan pembangkitan polusi harus dikurangi
penyelenggaraan pendidikan fasilitas kesehatan lebih diutamakan.
masalah penduduk timbul sebagai akibat dari perubahan penduduk antara lain:
penambahan atau pengurangan penduduk.
kerapatan / kepadatan dan penyebaran penduduk, yang akan dapat mempengaruhi tata ekonomi, pergaulan, kebudayaan, dan politik.
masalah tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah
kurangnya fasilitas pendidika dalam segala tingkatan dan di seluruh daerah.
pendapatan perkapita penduduk yang masih rendah
kebijakan kependudukan
maksudnya yaitu untuk dapat lebih tercapainya kesejahteraan penduduk/masyarakat yanglebih luas.
pengertian kebijakan kependudukan
Yaitu kebijakan suatu negara yang menyangkut kemakmuran penduduknya.
usaha-usaha yang dilakukan kebijakan kependudukan
 usaha ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian
 transmigrasi
 industrialisasi
 keluarga berencana
tujuan keluarga berencana
 meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama anak, ibu dengan cara menjarangkan kelahiran.
 mengurangi laju pertumbuhan penduduk agar dapat seimbang antara pertumbuhan penduduk dengan produksi nasional.
 pendidikan kependudukan
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
kebudayaan= cultuur (b. belanda)=culture (bahasa inggris) tsaqafah (bahasa arab)berasal dari bahasa latin=colere yang artinya mengolah,mengerjakan menyuburkan dan mengembangkan. dari segi arti ini berkembang arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan menubah alam.”
ditinjau dari sudut bahasa indonesia kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta “budayah yakni bentuk jamak dari budhi yang berarti budi dan akal. jadi kebudayaan adalah hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

menurut para ahli tentang kebudayaan yaitu
Menurut E.B Teyor
kebudayaan adalah komplikasi (jalinan)dalam keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat istiadat serta lain-lain kenyataan dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan dibagi menjadi 2
Kebudayaan Materil
adalah hasil cipta, karsa yang berwujud benda-benda/barang-barang/alat-alat pengolahan alam seperti gedung, pabrik jalan-jalan dll.
Kebudayaan Nonmateril
adalah hasil cipta, karsa yang berwujud kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan , keyakinan, keagamaan dsb.

HUBUNGAN MANUSIA dan KEBUDAYAAN
Di Pandang Dari Sudut Antropologi Manusia Dapat Ditinjau Dari 2 Segi Yaitu
 manusia sebagai makhluk biologi yaitu manusia dipelajari dalam ilmu biologi atau anatomi. dan
 manusia sebagai makhluk sosio budaya yaitu manusia dipelajari dalam antrropology budaya.
HUBUNGAN MASYARAKAT DENGAN KEBUDAYAAN
masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu, yang telah cukup lama, dan mempunyai aturan-aturan yang mengatur mereka, untuk menuju kepada tujuan yang sama. sehingga dalam aturan itu muncul sebuah kebudayaan yang menjadi hukum bersama.
jadi antara kebudayaan dan masyarakat adalah dua faktor yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, kebudayaan tidak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan eksitensi masyarakat hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan.

HUBUNGAN MANUSIA MASYARAKAT dan KEBUDAYAAN
manusia masyarakta dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena ketiga unsur diatas inilah makhluk sosial berlangsung.
masyarakat tidak dapat dipisahkan dari manusia karena manusialah yang hidup bermasyarakat yaitu hidup bersama-sama dengan manusia dan saling memandang sebagai penanggung kewajiban dan hak.
dimana orang hidup bermasyarakat pasti akan timbul kebudayaan.
INDIVIDU, KELUARGA dan MASYARAKAT
Pengertian Individu
individu berasal dari bahasa latin “individumm yang atrnya yang tak terbagi
individu adalah seorang mansuia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya melainkan juga mempunyai keribadian sera pola tingkah laku spesifik dirinya.
Pengertian Keluarga
mengenai pengertian keluarga terdapat beberapa pendapat diantaranya
Menurut Sigmud Freud berpendapat bahwa keluraga adalah perwujudan dai adanya perkawinan antara pria dan wanita sehingga keluarga itu merupakan dorongan seksual
Menurut Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki eksensial enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh golongan itu untuk memuliakan masing-masing
Fungsi Keluarga
• sebagai tempat atau wahana pembentukan kepribadian anak-anak dari anat keturunan keluarga tersebut.
• berfungsi sebagai reproduksi kepribadian
• sebagai eksponen dan perantara kebudayaan masyarakat sebab keluarga menempati posisi kunci
• sebagai lembaga perkumpulan ekonomi
• sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan anak segagai generasi penerus.


Pengertian Masyarakat
Masyarakat menurut para ahli
Drs. JBAF Mayor Polak berpendapat bahwa masyarakat adalah wadah segenap antara hubungan sosial terdiri dari kolektiva-kolektiva serta kelompok-kelompok dan sub-sub kelompok.
Prof. M.M Djojodiguno berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu kebulatan dari segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
Hasan sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup berasama
Sebab – Sebab Terjadinya Sesuatu Yang Berkaitan Dengan Individu Keluarga Dan Masyarakat
 salah satu fungsi keluraga pada lingkungan masyarakat sederhana adalah sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan.
SEBAB
melalui pengasuhan dan pendidikan dilingkungan keluarga dapat berlangsung transfer keberibadian dan kebudayaan nenek moyang
 para anggota masyarakat dalam lingkup kelompok sekunder menerima pembagian tugas / pembagian kerja diatur atas dasar pertimbangan rasional objektif
SEBAB
anggota-anggota kelompok sekunder terdiri dari kaum non intelektual
 kelompok sosial yang memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tergolong dalam kelompok resmi
SEBAB
kelompok resmi berkembang dari latar belakang anggota yang berbeda-beda.





PEMUDA DAN SOSIALISASI
internslisasi belajar dan spesialisasi
internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai instutusionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma – norma tesebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.
menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa permasalahan generasi muda apat dilihat dari beberapa aspek sosial yaitu
 Sosial Psikologi
 Sosial Budaya
 Sosial Ekonomi
 Sosial Politik
Permasalahan Generasi Muda Dewasa Ini Adalah
a) dirasakan menurunya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme.
b) kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depanya
c) belum semimbang jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik yang formal maupun non formal.
d) masih banyaknya perkasinan di bawah umur terutama di masyarakat pedesaan
e) adanya generasi muda yang menalami / menderita fisik, mental dan sosial yang memerlukan usaha yang lebih sungguh-sungguh agar mereka dapat berkembanga menjadi warga Negara yang produktif biarpun ada ketunaan.
f) kurangnya lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran/setengah pengangguran di kalangan generasi muda
PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT
peranan pemuda dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 bagian
1. peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan
2. peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dangan lingkungannya




WARGANEGARA DAN NEGARA
hukum Negara dan pemerintah
hukum
hukum adalah peraturan – peraturanyang memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib.

Ciri-Ciri Dan Sifat Hukum
cirri hukum adalah
 adanya perintah atau larangan
 perintah atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang

Sumber-Sumber Hukum
ialah segala sesuatu yang menimbukan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang memaksa yang kalau dilanggar dapat mengakibarkan sangsi yang tegas dan nyata.
sumber hukum dapat ditinjau dari segi formal dan segi material
sumber hukum material dapat kita tinjau dari berbagai sudut seperti politik sejarah ekonomi dll

Sumber Hukum Formal Adalah
Undang-Undang (Statute)
adalah suatu peraturan Negara yang mempunyai kekuasaan hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara.
kebiasaan (costum)
adalah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama dan diterima oleh masyarakat.
Keputusan Hakim (Yurisprudensi)
adalah keputusan hakim terdahulu yang sering dijadikan dasar keputusan hakim kemudian mengenai masalah yang sama.
Traktat/Perjanjian (Treaty)
adalah perjanjian antara dua orang atau lebih mengenai suatu hal sehingga masing-masing pihak yang bersangkutan terikat dengan isi perjanjian tersebut.
Pendapat Sarjana Hukum
adalah pendapat para sarjana yang sering dikutip para hakim dalam menyelesaikan suatu masalah.
PEMBAGIAN HUKUM
Menurut Sumebernya Hukum Dibagi Kedalam
Hukum Undang – Undang yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-ungangan.
Hukum Kebiasaan adalah hukum yang terletak pada kebiasaan adapt
Hukum Traktat adalah hukum yang ditetapkan oleh Negara-negara dalam suatu perjanjian antar Negara
Hukum Yurisprudensi adalah hukum yang terbentuk karena keputusan hakim
Menurut Bentuknya Hukum Dibagi Dalam
 hukum tertulis yang dikodifikasikan ialah hukum tertulis yang telah dibukukan jenis-jenisnya dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap.
 hukum tertulis tak dikodifikasikan
 hukum tak terlulis
Menurut Tempat Berlakunya Hukum Dibagi Dalam
 hukum nasional adalah hukum dalam suatu Negara
 hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan internasional.
 hukum asing adalah hukum dalam Negara lain.
 hukum gereja adalah norma gereja yang ditetapkan untuk anggota-anggotanya
Menurut Waktu Berlakunya Hukum Dibagi Dalam
ius constitutum (hukum positif) ialah hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.
ius constituendum ialah hukum yang diharapkan akan berlaku di waktu yang akan datang
hukum asasi (hukum alam) adalah hukum yang berlaku dalam segala bangsa di dunia.

Menurut Cara Mempertahankanya Dibagi Dalam
• Hukum Material ialah hukum yang memuat peraturan mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan. contoh hukum perdata
• Hukum Formal (proses dan acara) ialah hukum yagn memuat peraturan yang mengatur bagaimana cara –cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material/peraturan yang mengatur bagaimana cara mengajukan suatu perkara kemuka pengadilan dan badaimana cara hakim memberi putusan
Menurut Sifatnya Dibagi Dalam
a) hukum yang memaksa ialah hukum yang dalam keadaan bagaimana harus dan
mempunyai paksaan mutlak.
b) hukum yang mengatur (pelengkap) ialah hukum yang dapat dikesampingkan
apabila pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam
perjanjian
Menurut Wujudnya Hukum Dibagi Kedalam
• hukum objektif ialah hukum dalam suatu Negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu.
• hukum subyektif ialah hukum yang timbul dari hubungan objektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih.
Menurut Sisinya Hukum Dibagi Dalam
• hukum privat (hukum sipil) ialah hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lainya dan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan
• hukum public (hukum Negara) ialah hukum yang mengatur hubungan antara Negara dan alat perlengkapan atau Negara dengan warganegaranya.
NEGARA
Negara ialah organisai tertinggi yang terbentuk atas dasar kehendak bersama dari individu-individu atau kelompok yang mempunyai kepentingan untuk suatu tujuan bersama.
Tugas Negara
• mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu dengan yang lainya
• mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dn diarahkan pada tujuan Negara.
sifat-sifat Negara
• memaksa artinya Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi.
• monofoli artinya Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat
• mencakup semua artinya semua peraturan perundang-undangan mengenai semua orang tanpa terkecuali.


Unsure-Unsur Negara
 harus ada wilayahnya
 harus ada rakyatnya
 harus ada pemerintahnya
 harus ada tujuanya
 harus ada kedaulatanya
Tujuan Negara Indonesia Yaitu Tertuang Dalam UUD 1945 alinea ke 4
 melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia
 memajukan kesejahteraan umum
 mencerdasakan bangsa
 ikut serta melaksanakan ketertiban dunia
Sifat-Sifat Kedaulatan
 permanent artinya walau badan yang memegang kedaulatan itu berganti kedaulatan Negara masih tetap ada
 absolute artinya di dalam Negara tidak ada kekuasaan yagn lebih tinggi dai kekuasan Negara
 tidak terbagi-bagi artinya walaupun kekuasaan pemerintahan memang dapat dibagi-bagi tetapi kekuasaan tertinggi dari Negara tetap tidak dapat dibagi-bagi.
 tidak terbatas artinya kedaulatan suatu Negara itu meliputi setiap orang dan setiap golongan yang ada dalam suatu Negara tanpa terkecuali
PEMERINTAH

Pengertian Pemerintah Dalam Arti Luas adalah menunjuk kepada alat perlengakpan Negara seluruhnya (aparatur Negara) sebagai badan yang melaksanakan seluruh tugas /kekuasaan Negara atau melaksanakan pemerintahan dalam arti luas.
Pengertian Pemerintah Dalam Arti Sempit adalah hanya menunjuk kepada alat perlengkapan Negara yang melaksanakan pemerintah dalam arti sempit.



ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
Ilmu Pengetahuan
adalah pengetahuan yang tersusun degnan sistematis dengan menggunakan keuatan pemikiran pengetahuan mana selalu dapat diperiksa dan ditelaah denga kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.
Unsure –Unsur Yang Merupakan Bagian Yang Targabunga Dalam Suatu Kebulatan Ilmu Penegetahuan Yaitu
Pengetahuan
adalah kesan dalam pemikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca indranya yang berbeda sekali dengan kepercayaan,takhayul dan penerangan-penerangan yang keliru.
Tersusun Secara Sistematis
adalah suatu system yang didalam ilmu pengetahuan harus terbuka, sehingga dapat jelas tergambar apa yang merupakan garis besar dari ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
Menggunakan Pemikiran
artinya pemikiran dengan menggunakan otak. maksudnya apabila kembali pada pengetahuan ternyata pengetahuan tersebut didapatkan melalui kenyataan fakta dengan melihat dan mendengar sendiri serta melalui alat komunikasi.
Dapat Dikontrol Secara Kritis Oleh Orang Lain Atau Umum.



faktor – faktor timbulnya kemiskinan
 Pendidikan Yang Terlampau Rendah
 Malas Bekerja
 Keterbatasan Sumber Alam
 Terbatasnya Lapangan Kerja
 Kerbatasan Modal
 Beban Keluarga

Golongan – Golongan Miskin Yang Tidak Terjamah Oleh Hasil Pembangunan
 ketimpangan dalam peningkatan pendidikan
 ketidakmerataan kemampuan untuk berpartisipasi
 ketidakmerataan pemilikan alat produksi
 ketidakmerataan kesempatan terhadap modal dan kredit yang ada
 ketidakmerataan menduduki jabatan-jabatan
 ketidakmerataan mempengaruhi pasaran
 ketidakmerataan kemampuan menghindari musibah
 laju pertumbuhan penduduk lebih memberatkan golongan miskin.

makalah perkembangan islam abad pertengahan

Perkembangan islam pada abad pertengahan
Bab 5
Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan

A. Pengertian Abad Pertengahan
Pembagian sejarah umat Islam yaitu:
1. Islam Masa Klasik
Masa ini terentang dari masa Rasulullah hingga penyerbuan pasukan Mongol ke dunia Arab tahun 1258 M. Penyerbuan ini dipimpin Hulagu Khan pada wilayah muslim yang berpuncak dengan hancurnya Kota Bagdad selaku pusat dunia Islam pada tahun 1258 M. Masa ini umat Islam dan kebudayaannya merupakan kebudayaan tertinggi yang dicapai oleh manusia. Eropa masih berada pada masa kegelapan dan mereka mencoba belajar pada peradaban Islam.
2. Islam Abad Pertengahan
Masa ini terentang sejak hancurnya Kota Bagdad tahun 1258 M hingga pertengahan abad ke-18 M. Masa ini, umat Islam khususnya di wilayah Jazirah Arab mengalami tiga fase, yaitu fase kemunduran (1258-1500 M), fase kemajuan dengan berdirinya kesultanan-kesultanan besar Islam (1500-1600 M), dan fase kemunduran kesultanan besar pada tahun 1600-1750 M). Masa ini Eropa Kristen mulai berkembang berkat pelajaran yang mereka dapatkan dari para ilmuwan muslim di kesultanan muslim Andalusia (Spanyol). Bahkan mereka berhasil melampaui pencapaian kaum muslimin.
3. Islam Abad Pembaruan
Masa ini kemunduran umat Islam masih terjadi, bahkan semakin dalam. Hal ini karena datangnya orang-orang Eropa menjajah berbagai negara Islam di dunia. Akan tetapi masa ini dimulai dengan munculnya usaha-usaha pembaruan oleh umat Islam, diawali dengan munculnya ide-ide dan gerakan pembaruan di kalangan umat Islam pada pertengahan abad ke-18 M hingga saat ini.
B. Masa Kejayaan Islam Setelah Khulafaur Rasyidin
1. Islam Pada Masa Bani Umayyah
a. Daerah kekuasaan Islam bertambah luas dari Afganistan sampai Andalusia.
b. Islam menjadi kekuatan internasional yang paling disegani di Timur dan di Barat.
c. Islam dapat tersebar dengan cepat dan meluas, bahasa Arab menjadi bahasa dunia, masjid-masjid dibangun di setiap kota besar serta kegiatan pendalaman agama dan pengembangan ilmu pengetahuan Islam semarak di mana-mana.
d. Daulah Bani Umayyah sebuah negara adikuasa di dunia.
e. Daulah Bani Umayyah memiliki militer yang sangat kuat.
2. Islam Pada Masa Bani Abbasiyah
a. Merupakan salah satu tonggak sejarah ilmu pengetahuan karena sebagai era kejayaan Islam yang sebenarnya.
b. Kebijakan-kebijakan yang diambil mendukung pengembangan ilmu pengetahuan;
- menggalang penyusunan buku-buku
- menggalang penerjemahan buku-buku (ilmu pengetahuan dari bahasa asing)
- menghidupkan kegiatan-kegiatan ilmiah
- membangun pusat-pusat kegiatan ilmu
C. Umat Islam Pada Abad Pertengahan
1. Keadaan Sosial Politik
Setelah mengalami kemunduran politik akibat serbuan pasukan Mongol, keadaan politik umat Islam mulai bergerak kembali dan memulai babak baru. Fase kebangkitan ini dimulai dengan muncul dan berkembangnya tiga kesultanan besar, yaitu Usmani di Turki, Mogul di India, dan Safawi di Persia.
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Dimulai dengan munculnya kesultanan-kesultanan besar Islam. Kesultanan Turki Usmani yang muncul abad ke-14 menjadi katalisator yang kuat bagi munculnya Kesultanan Safawi di Persia dan munculnya Kesultanan Mogul di India 25 tahun kemudian.
a. Bidang Tasawuf muncul tokoh Ibnu Taimiyah
b. Bidang Astronomi muncul tokoh Nashiruddin al-Tusi
c. Bidang Matematika muncul tokoh Abu al-Faraj al-Ibry
d. Bidang Kedokteran muncul tokoh Abu al-Hasan Ali Nafis dan Abdul Mun’im
e. Bidang Psikoterapi muncul tokoh ar-Razi
f. Bidang Agama muncul tokoh Ibn Taimiyah, Jalaludin as-Suyuti, Ibn Hajar al-Saqalani, Ibnu Batutah dengan buku “Tuhfah an-Nuzzar fi Gara’ib al-Amsar wa ‘Aja’ib al-Asfar” (persembahan seorang pengamat tentang kota-kota asing dan perjalanan yang mengagumkan)
g. Bidang Sejarah dan Sosiologi muncul tokoh Ibnu Khaldun.
h. Di wilayah Tabriz dibangun sebuah observatorium canggih untuk menyelidiki perbintangan
3. Seni dan Arsitektur
a. Dalam bidang kesenian dan arsitektur muncul tokoh Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qanuwi atau Jalaluddin Rumi dengan karyanya Diwani Syamsi Tabriz, al-Masnawi, Maqalati Syamsi Tabriz, Rubaiyyat, Fihi Ma Fihi, dan Maktubat.
b. Dalam bidang sair sufi muncul tokoh Malik Muhammad Jayarai dengan karyanya Padmawat.
D. Pengaruh Perkembangan Islam Abad Pertengahan pada Islam di Indonesia
Jauh sebelum Islam masuk ke Indonesia, bangsa Indonesia telah memeluk agama Hindu dan Budha disamping kepercayaan nenek moyang mereka yang menganut animisme dan dinamisme. Setelah Islam masuk ke Indonesia, Islam berpengaruh besar baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, maupun di bidang kebudayaan yang antara lain seperti di bawah ini.
1. Pengaruh Bahasa dan Nama
Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab. Bahasa Arab sudah banyak menyatu dalam kosa kata bahasa Indonesia, contohnya kata wajib, fardu, lahir, bathin, musyawarah, surat, kabar, koran, jual, kursi dan masker. Dalam hal nama juga banyak dipakai nama-nama yang berciri Islam (Arab) seperti Muhammad, Abdullah, Anwar, Ahmad, Abdul, Muthalib, Muhaimin, Junaidi, Aminah, Khadijah, Maimunah, Rahmillah, Rohani dan Rahma.
2. Pengaruh Budaya, Adat Istiadat dan Seni
Kebiasaan yang banyak berkembang dari budaya Islam dapat berupa ucapan salam, acara tahlilan, syukuran, yasinan dan lain-lain. Dalam hal kesenian, banyak dijumpai seni musik seperti kasidah, rebana, marawis, barzanji dan shalawat. Kita juga melihat pengaruh di bidang seni arsitektur rumah peribadatan atau masjid di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh arsitektur masjid yang ada di wilayah Timur Tengah.
3. Pengaruh dalam Bidang Politik
Pengaruh ini dapat dilihat dalam sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia seperti konsep khilafah atau kesultanan yang sering dijumpai pada kerajaan-kerajaan seperti Aceh, Mataram. Demak, Banten dan Tidore
4. Pengaruh di Bidang Ekonomi
Daerah-daerah pesisir sering dikunjungi para pedagang Islam dari Arab, Parsi, dan Gujarat yang menerapkan konsep jual beli secara Islam. Juga adanya kewajiban membayar zakat atau amal jariyah yang lainnya, seperti sedekah, infak, wakaf, menyantuni yatim, piatu, fakir dan miskin. Hal itu membuat perekonomian umat Islam semakin berkembang

makalah pendidikan islam pada masa orde baru

Pendidikan islam pada masa orde baru
Bab I
Pendahuluan

A. Latar Belakang
Merdekanya bangsa Indonesia diharapkan bisa menggali segala potensi yang ada, sehingga dapat digunakan dan dikembangkan untuk tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Harapan ini walaupun sudah lama dicanangkan, namun belum juga terwujud sampai sekarang.
Keadaan lebih parah lagi dengan timbulnya gejala-gejala salah urus (mis management) Akibatnya pada bidang pendidikan fasilitasnya tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan. Lagi pula politik dan usaha-usaha pendidikan tidak berhasil menjadikan sektor pendidikan sebagai faktor penunjang bagi suatu pendidikan. Perkembangan selanjutnya pendidikan hanya mengakibatkan benih-benih pengangguran. Lahirnya Orde Baru (ORBA) memungkinkan pendobrakan salah urus itu dalam segala bidang juga dalam pendidikan
Perkembangan masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat pada khususnya sudah memasuki masyarakat informasi yang merupakan kelanjutan dari masyarakat moderen dengan ciri-cirinya yang bersifat rasional,berorientasi kemasa depan, terbuka, menghargai waktu, kreatif, mandiri dan inovatif.
Sedangkan masyarakat informasi di tinjau oleh penguasaan terhadap teknologi informasi, mampu bersaing, serba ingin tahu, imajinatif, mampu mengubah tantangan manjadi peluang dan menguasai berbagai metode dalam memecahkan masalah.
Pada masyarakat informasi peranan media elektronika sangat memegang peranan penting dan bahkan menentukan corak kehidupan. Penggunaan teknologi elekronika seperti computer, faximile, internet, dan lain-lain telah mengubah lingkungan informasi dari lingkungan yang bercorak local dan nasional kepada lingkungan yang bersifat internasional, mendunia dan global. Pada era informasi lewat komunikasi satelit dan computer orang tidak hanya memasuki lingkunagan informasi dunia, tetapi juga sanggup megelolahnya dan mengemukakannya secara lisan, tulisan dan visual. Peranan media elektronika yang demikian besar akan menggeser agen-agen sosialisasi manusia yang berlangsung secara tradisional seperti yang dilakukan oleh orang tua, guru, pemerintah,dan sebagainya. komputer dapat dijadikan teman bermain, orang tua yang akrab, guru yang memberi nasehat juga sewaktu-waktu dapat memberikan jawaban sesegara mungkin atas petanyaan eksistensisal yang mendasar.
Kemajuan dalam bidang informasi tersebut pada akhirnya akan berpengaruh pada kejiwaan dan keperibadian masyarakat. Pada era informasi yang sanggup bertahan hanyalah mereka yang berorintasi ke masa depan, yang mampu mengubah pengetahuan menjadi kebijakan dan mereka yang memiliki ciri-ciri sebagaimana yang dimiliki masyarakat modern tersebut diatas. Dari keadaan ini, keberadaan masyarakat suatu bangsa dengan bangsa lain menjadi satu baik dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya.
Itulah gambaran masa depan yang akan terjadi, dan umat manuisia pasti menghadapinya. Masa depan itu selanjutnya akan mpengaruhi dunia pendidikan baik dalam dunia kelembagaan materi pendidikan guru metode sarana prasarana dan lain sebagainya. hal ini pada gunanya menjadi tantangan yang harus dijawab oleh dunia pendidikan.
Memasuki abad 21 atau melenium ketiga ini. dunia pendidikan dihadapkan kepada berbagai masalah yang sangat urgen yang apabila tidak diatasi secara tepat, tidak mutahil dunia pendidikan akan ditinggal oleh zaman. Kesadaran akan tampilnya dunia pendidikan dalam memecahkan dan merespon berbagai tantangan baru yang timbul pada setiap zaman adalah suatu hal yang logis bahkan suatu keharusan. Hal demikian dapat dimengerti mengingat dunia pendidikan merupakan salah satu pranata yang terlibat langsung dalam mempersiapkan masa depan umat manuisia. Kegagalan dunia pendidikan dalam menyipakan masa depan umat manusia adalah merupakan kegagalan bagi kelangsungan kehidupan bangsa.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENDIDIKAN PADA MASA ORDE BARU
Pemerintahan memandang bahwa agama mempunyai kedudukan dan peranan sangat penting dan strategis. Peran utama agama sebagai landasan spiritual, moral dan etika dalam pembangunan nasional, agama juga berpengaruh untuk membersihkan jiwa manusia dan kemakmuran rakyat, Agama sebagai sistem nilai seharusnya dipahami dan diamalkan oleh setiap individu, warga dan masyarakat hingga akhirnya dapat menjiwai kehidupan bangsa dan negara.
Kalau dirunut kebelakang, memang sejak tahun 1966 terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia, baik itu menyangkut kehidupan sosial agama maupun politik. Pada Orde Baru tekad yang diemban, yaitu kembali pada UUD 1945 dan melaksanakannya secara murni dan konskuen, sehingga pendidikan agama memperoleh tempat yang kuat dalam struktur pemerintahan.
Walaupun pendidikan agama mendapat porsi yang bagus sejak proklamasi kemerdekaan sampai Orde Baru berakar, namun itu semua hanya bahasa kiasan belaka. Menurut Abdurrahman Mas’ud , PhD. undang-undang pendidikan dari zaman dahulu sampai sekarang masih terdapat dikotomi pendidikan. Kalau dicermati bahwa undang-undang pendidikan nasional masih membeda-bedakan antara pendidikan umum dan agama, padahal perkawinan, ilmu agama dan umum justru akan menciptakan kebersamaan dan mampu menciptakan kehidupan yang harmonis serasi dan seimbang.
Prof. Ludjito menyebutkan permasalahan yang terjadi dalam Pendidikan Agama Islam walaupun dari sistem pendidikan nasional cukup kuat, namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini karena dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :
- Kurangnya jumlah pelajaran agama di sekolah
- Metodologi pendidikan agama kurang tepat. Lebih menitikberatkan pada aspek kognitif daripada aspek afektif
- Adanya dikotomi pendidikan, meterogenitas pengetahuan dan penghayatan peserta didik
- Perhatian dan kepedulian pemimpin sekolah dan guru terhadap pendidikan agama kurang
- Kemampuan guru agama untuk menghubungkan dengan kehidupan kurang
- Kurangnya penanaman nilai-nilai, tata krama dalam Pendidikan Agama Islam
Seandainya dari enam aspek tersebut bisa ditangani, maka pendidikan agama akan lebih diperhatikan masyarakat.
1. Pendidikan Agama dan Sistem Pendidikan Nasional
Melalui perjalanan panjang proses penyusunan sejak tahun 1945-1989 UU nomor 2 tahun 1989, sebagai usaha untuk mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum. Untuk mengembangkan pendidikan Islam haruslah mempunyai lembaga-lembaga pendidikan, sehingga menjadi “lahan subur” tempat persemaian generasi baru. Artinya pendidikan Islam harus mampu :
- Membedakan akar peserta didik dari semua kekangan dan belenggu
- Membangkitkan indra dan perasaan anak didik sebagai sarana berfikir
- Membekali ilmu pengetahuan
Di samping hal itu peluang untuk berkembangnya pendidikan Islam secara integrasi dalam Sistem Pendidikan Nasional bisa dilihat dalam beberapa pasal.
a. Pasal 1 ayat 2, pendidikan nasional adalah pendidikan yang terakhir pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
b. Pasal 4, tentang tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang bertakwa dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, pribadi yang mantap dan mandiri.
c. pasal 10, pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, moral dan ketrampilan.
d. Pasal 11 ayat 1, jenis pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan, keagamaan, kedinasan, akademik dan profesional.
e. Pasal 39 ayat 2, isi kurikulum setiap jenis dan jalur, serta jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan Pancasila, agama dan kewarganegaraan.
f. Pasal 47, ciri khas suatu pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat tetap diindahkan.
2. Pengintegrasian Pelajaran Agama dan Pelajaran Umum
Integrasi merupakan pembauran sesuatu sehingga menjadi kesatuan, sedangkan integrasi pendidikan adalah proses penyesuaian antara unsur-unsur yang berbeda sehingga mencapai suatu keserasian fungsi dalam pendidikan dan integritas pendidikan memerlukan integritas kurikulum atau secara khusus memerlukan integritas pelajaran. Karena sasaran akhir dari pendidikan (agama) adalah untuk meciptakan manusia yang bisa mengintegrasikan diri, mampu menggunakan imannya dalam menjawab tantangan hidup dan mampu memanusiakan sesamanya dengan berbagai kehidupan yang sejahtera yang dikaruniakan Allah pada manusia. Dengan kata lain, pendidikan dimaksudkan untuk memajukan manusia dalam mengambil bagian secara aktif, kreatif dan kritis.
Untuk melaksanakan suatu yang lebih baik dari masa lalu, pelajaran agama dan mata pelajaran umum ditentukan guru yang memilki integritas keilmuan yang memadai dalam pendidikan. Sehingga bisa menemukan cara untuk dapat menghubungkan bagian-bagian dari suatu bidang dari suatu bidang studi, satu pelajaran dengan mata pelajaran yang lain.

B. PENDIDIKAN ISLAM PADA ABAD XXI

1. Preoritas Kegiatan Pendidikan Islam untuk Persiapan Masa Depan
Seorang kader pemimpin Islam yang berwawasan luas selain memiliki cita-cita dan komitmen untuk mewujudkan cita-cita ajaran islam sebagaimana secara terpadu dan serempak juga memiliki pandangan faham keagamaan pluralis inklusif. Fahamnya yaitu suatu faham keagamaan yang meyakini kebenaran agama yang dianutnya dan mengamalkannya secara sungguh-sungguh namun pada saat yang bersamaan ia juga mengakui eksistensinya keberadaan agama lain, disertai dengan sikap tidak merasa bahwa agamanya lah yang paling benar, sedangkan agama lain tersesat.
Sikap keberagamaan yang demikian itu amat dibutuhkan dalam memasuki aba 21 atau melenium ke 3 yang ditandai dengan empat karakteristik, yaitu :
a. saling kebregantungan sosial ekonomi
b. kompetisi antara bangsa yang semakin besar
c. makin besarnya usaha Negara berkembang untuk mencapai posisi Negara maju
d. munculnya masyarakat hiperindustrial yang tidak akan pernah mengubah budaya bangsa
Sejalan dengan pemikiran diatas akan preoritas kegiatan pendidikan Islam hrus diarahkan pada empat hal, sebagai berikut :
Pertama, pendidikan Islam bukahlah hanya untuk mewariskan faham atau pola keagamaan hasil internalisasi generasi terhdap anak didik. Kedua, pendidikan hendaknya menghindari kebiasaan menggunakan andai-andaian model yang di idealisir yang sering kali membuat kali kita terjebak dalam romantisme yang berlebihan. Ketiga, bahan-bahan pengajaran agama hendaknya selalu dapat mengintegrasikan problematic empiric disekitarnya. Keempat, perlunya dikembangkan wawasan emansipatoris dalam proses mengajar mengajar agama sehingga anak didik cukup memperoleh kesempatan berpartisipas dalam rangka memiliki kemampuan metodologis untuk mempelajari materi atau subsatansi agama.
Itulah prioritas pendidikan Islam, yakni bagaimana agar agama Islam dapat meletakkan kerangka dasar bagi manusia sehingga mampu menunaikan tugas pokoknya sebagai khalifah dimuka bumi. Pendidikan Islam sesungguhnya adalah bagian yang sangat penting dari proses penyerapan tugas sejarah itu pada stiap anak didik. Tentulah dalam pola pedagogis yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan lingkungan tempat generasi itu menemukan tantangan sejarahnya masing-masing.
Selanjutnya sikap berpegang teguh pada nilai-nilai spiritual yang bersumberkan pada agama semakin di butuhkan masyarakat masa depan. Hal demikian diperlukan untuk mengatasi berbagai kegongcangan jiwa atau stress yang diakibatkan kekalahan atau keterbatasan dalam bersaing dengan orang lain, atau sebagai akibat kehidupan sekuler materialistic yang semakin meraja lela.
Untuk menjadikan manusia yang sanggup menghadapi tantangan, peluang dan kendala memasuki kehidupan masa depan itu, pendidikan Islam memiliki peluang yang amat luas, hal ini mudah dimengarti karena pendidikan Islam sebagaimana telah disebutkan diatas adalah pendidikan yang seimbang dalam mempersiapkan anak didik, yaitu anak didik yang tidak hanya mampu mengambangkan kreatifitas intelektial dan imajinasi secara mandiri, tetap juga memiliki ketahanan mental spiritual serta mampu beradaptasi dan merespon problematika yang dihadapinya sesuai kerangka dasar ajaran islam.

C. ANALISIS
Melihat alaur sejarah pendidikan Islam di Indonesia sebagaimana tersebut diatas maka penulis mengambil satu analisis bahwa pendidikan Islam pada masa orde baru merupakan tahap awal munculnya kesadaran bangsa Indonesia akan pentingnya penanaman nilai-nilai keagamaan pada masyarakat Indonesia sehingga bangsa Indonesia dapat menyongsong masa akan datang bukan hanya dengan IPTEK melainkan juga di imbang oleh IMTAQ
Pada masa orde baru pendidikan Islam dikembangkan masih dalam batas pemahaman dan pengembangan pengetahuan saja, baru setelah masuk pada abad 21 maka pendidikan Islam lebih difokuskan pada penerapan atau aktualisasi dari Ilmu pengetahuan dan selalu didasari oleh keimanan dan ketakwaan. Hal ini sesuai dengan beberapa strategi yang diterapkan disekolah-sekolah guna peningkatan kualitas peserta didiknya baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Sebagai landasan menuju pembaharuan masyarakat Islam yang maju.

1. Strategi Peningkatan kulitas dan cara mengukurnya
Agar sekolah-sekolah unggulan yang bernuansa islam tetap bertahan dan mampu merespon kebutuhan masyarakat pada setiap zaman maka ia hrus memiliki strategi peningkatan kulitas dan cara pengukurannya yang efektif. Untuk mengukur berhasil atau tidk strategi tersebut dapat dilihat melalui indicator yaitu sebagai berikut :
a. Secara academic lulusan pendidikan tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
b. Secara moral lulusan pendidikan dapat menunjukkan tanggung jawab dan kepeduliannya kepada masyarakat sekitarnya
c. Secara Individual lulusan pendidikan semakin meningkat ketaqwaanya, yaitu manusia yang melaksanakan segala perintah Allah SWT dan laranganya.
d. Secara sosial lulusan tersebut dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya
e. Secara cultural, ia mampu menginterpretasikan ajaran agamanya sesuai dengan lingkungan sosialnya.
Dengan kata laian dimensi kognitif itelektalnya, afektif emisionalnya dan psikomotorik praktis kultur dapat terbina secara seimbang, inilah ukuran yang dapat di bangun untuk melihat kedepan strategi pendidikan yang diterapkan.





BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pemaparan makalah ini tentang pendidikan masa orde baru hingga menuju pada masa abad 21 maka dapat disimpulkan bahwa, pendidikan Islam pada masa Orde Beru, masa itu banyak jalan yang ditempuh untuk menyetarakan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Hal ini bisa dilihat dari SKB 2 Menteri tentang sekolah umum dan agama. Dengan adanya SKB tersebut, maka anak-anak yang sekolah agama bisa melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Kemudian untuk mengikis dualisme pendidikan bisa dilakukan dengan cara pengintegrasian antara pelajaran umum dan agama, walaupun dualisme itu masalah klasik yang tidak mudah untuk dihapus. Namun dengan adanya UU tentang pendidikan nomor 2 bisa diharapkan mempertipis dikotomi pendidikan.
pendidikan yang islami adalah pendidikan yang mendasarkan konsepsinya pada ajaran tauhid. Dengan dasar ini maka orientasi pendidikan islam di arahkan pada upaya mensucikan diri dan memberikan penerangan jiwa, sehingga setiap diri manusia mampu meningkatkan dirinya dari tingkatan iman ke tingkat ihsan yang melandasi seluruh bentuk kerja kemanusiannya ( amal saleh).
Dengan demikian pendidikan yang islami tidak lain adalah upaya mengefektifkan aplikasi nilai-nilai agama yang dapat menimbulkan transformasi nilai dan pengetahuan secara utuh kepada manusia, masyarakat dan dunia pada umumnya. Dengan cara demikian maka seluruh aspek kehidupan manusia akan mendapatkan sentuhan nilai-nilai ilahiyah yang transcendental.
Pendidikan yang islami sebagaimana di uraikan diatas akan tetap di perlukan untuk mengatasi berbagai masalah kemanusian yang di hadapi pada masyarakat moderen saat ini dan dimasa mendatang.
Era globalisasi diabad 21 yang tahapannya sudah di mulai pada masa sekarang ini, ternyata telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap dunia pendidikan. Dunia pendidikan dimasa sekarang benar-benar dihadapkan pada tantangan yang cukup berat yang penangananya memerlukan keterlibatan berbagai pihak yang terkait.
Berkenaan dengan hal tersebut diatas, perlu dilakukan upaya-upaya strategis, antara lain: pertama, tujuan pendidikan dimana sekarang tidak cukup dengan hanya memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan ketakwaan saja tetapi juga harus diupayakan melahirkan manusia yang kreatif, inovatif, mandiri dan produktif mengingat dunia yang akan datang adalah dunia yang kompetitif.
Kedua, guru dimasa yang akan mendatang adalah guru yang disamping memiliki informasi berakhlak baik dan mampu menyampaikan secara metadologis juga harus mampu mendayagunakan berbagai sumber informasi yang tersebar ditengah masyarakat ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Ketiga, bahan pelajaran umum dan agama perlu di integrasikan dan di berikan kepada siswa sebagai bekal yang memungkinkan ia dapat memiliki kepribadian yang utuh, yaitu pribadi yang pada gilirannya dapat menimbulkan masyarakat belajar.





DAFTAR PUSTAKA
• Abudin Nata, Manajemen Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2003)
• Aliwi Sihab, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama, (Bandung: Mizan, 1998)
• DJumhur, Sejarah Pendidikan, Ilmu, Bandung, 1959
• Fadhil al-Djamali, Menerobos Krisis Pendidikan Islam, (Jakarta: Golden Press, 1992)
• H.A. Malik Fadjar, Visi Pembaharuan Pendidikan Islam, Alfa Grafikatama, Jakarta, 1998
• Majalah Rindang, Pesantren Masuk Undang-Undang, Majalah Bulanan Rindang, Semarang, Edisi XXVII, 2002
• Moeslim Abdurrahma, Islam Transformatif, (Jakarta: Putaka Firdaus, 19997)
• Prof. DR. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Mutiara Sumber Widya, Jakarta, 1995
• Th. Sumartana, dkk., Pluralisme Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001

artikel bahasa inggris

Nama :……………………………………
Subjek : English lesson
Class : Vc
Semester : V

FASTING GUIDE RAMADHAN
Prolegomena
Meaning: It was narrated from Anas ra. He said: It has been said of the Prophet. : If there is something of the affairs of your world, then you better know about it. If there dienmu affairs, then I place the return (follow me). ( HR Ahmad). (Reported by Ahmad).
Meaning: Dirwayatkan from 'A'ishah: The Prophet of Allah. Whoever does something which is not command us, then he is rejected (not accepted). And in another narration: Whoever invent this in our orders are not from him, so he fabricated. Meanwhile, in another narration: He who does something other than the affairs of our orders, so he fabricated. (HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud). (HR.Ahmad. Bukhary and Abu Dawud).
The content of the two above hadeeth explain clearly and unequivocally that all deeds, deeds-deeds to do with the deen / syari 'at, especially in matters ubudiyah mandatory according to the guidelines and instructions that have been outlined by the Prophet. It should not be added and / or reduced even though the idea seems better. Among the devil tempting way Muslims are whispering an extra in the affairs of Deen. Unfortunately, the case is deemed a trivial matter, light and trivial. And act like it is a very serious damage and dangerous. Sabda Rasul saw. Word of the Prophet. : :
"It was narrated from Ibn Abbas, saying: Behold, the Prophet. Berkhutbah to humans at the time of pilgrimage Wada '. Then he said: Verily Syaithan have despair (in trying) so she is worshiped in this bumimu. But he was pleased when (whisper) observed in the case other than that, that is, a practice that you take for granted the deeds-deeds you, be careful with you all. Indeed I have left you, you hold him you certainly will not be lost for ever. That is: the Book of Allah and the Sunnah His Prophet. "(Narrated by al-Hakim).
Thus it can be understood how the Messenger of Allah. eminds us to always be alert to provocation violates the devil to do charity with the guidance of the Prophet even if it seems trivial. "Narrated Al-Harith bin Ghudwahaif ra: he said: It has been said of the Prophet.: Any of a people held a heresy, certainly when it removed (omitted) sunnah semisalnya. So hold fast to the Sunnah kepda it's better than holding heretical "(Narrated by Ahmad).
Nama :……………………………………
Subjek : English lesson
Class : Vc
Semester : V
Fasting and Healty
Also busy people in this modern era of fasting on the causes kesihatan , just there to undergo examination / surgery or for menyihatkan body. One major example is when the patient's desired fast for several hours before undergoing surgery or procedures that requires the use of anesthetic ubat .This food in the stomach may reduce the anesthetic keberkesanan ubat. One more example is when undergoing sesetengah kesihatan examination, we will usually be asked to fast so that the baseline (baseline) can be known for sure. There are also people who fast as one way of dieting. Usually they need to fast for a long time, at least a week before he was memorable. However, they may still take food advice, such as the juice of fruits or vegetables . A study rather new to the top rats found that unlicensed hose fasting day, and eat a double twice more in the days of fasting does not provide escort insulin better and resilience of neurons rather than perfidy. Impressions are almost the same with the rats who were given dietary calories terhad. This may mean a day of fasting interval is an alternative to pengehadan calories to live a more advisory and older. This is the body kerana humans use approximately one third of total energy during the guard. if the body uses energy sentiasa but no food is taken, the human body will find other energy sources, such as glucose rather than deposits of glycogen in the spleen, asid fat than the layer of fat that is stored, and finally rather than a tissue-tissue protein that is important. Human body does not have a problem to rely with asid fat, but the brain and the nerves depend on glucose. f these savings were running low glucose, the human body initially produces ketone bodies (acetoactate, hydroxy-butyrate, and acetone) than protein. Run out the source of this protein may lead to death. So, the doctor is very encouraging that feeds nutritious sake only when going fast. In addition, there are some more good fasted for kesihatan, such as: give the stomach to increase destroy the remnants of poison or toxic in the blood of human reduce / eliminate the addiction to wine and cigarettes As a result, human kesihatan will improve. Weight loss and the risks of disease associated with obesity can be
deducted, and the age a person is allowed to grow long.
Nama :……………………………………
Subjek : English lesson
Class : Vc
Semester : V PAI
Secret Prayer Tahajud
There is an important secret that I want to convey in this paper. A terrifying secret that if you routinely carry Tahajud sunna prayer. Prayer held a full third of the night with silence, because at that time many people are fast asleep. That's when you should wake up from sleep. Ablutions and praying sunna Tahajud. Can you carry two rak a rak closed with Witr. It may also 8 cycles and closed with three cycles Witr. if you are able, may also up to 23 cycles. However, the most important thing is consistency in implementation. It is better to perform their prayers tahajud with a few cycles but routine every night, than many rakaatnya but not routine. You need to be consistent and have a high commitment in itself. the most important of tahajud prayer is that you reflect on this life, do instropeksi in the day yesterday and pleaded for forgiveness to Allah while beristighfar with full to solemn-an. Pleading for granted the ease in carrying out the next day's activities, and more importantly, pray to Allah for the sustenance I be remembered when he was about getting married in Bandung in 1998. On the night before the wedding, I got confused because the money to transport the prince and also the inn is not in the bag. I was discussing with the deceased's father to find a solution. Then I tell my trouble to him. When the difficulties that I have to say, my dad just smiled and told me to perform prayer tahajud. At night, I pray with great humility tahajud for tomorrow eased from all affairs. I submit to God while praying that provided sustenance since getting married day after tomorrow. also pray tearfully begged forgiveness of Him. All effort has been fulfilled, it is time I prayed to the Almighty. May God grant all my requests to be married the day after tomorrow. Tomorrow morning, after dawn prayers in congregation, there was a knock from the fence outside the home. As soon as I saw out there Yono, one of al-Iman mosque came to our house. After the gate opened, then I invite him into the living room. Once he is in the living room, then us briefly, then suddenly gave me an envelope containing money. The number really fits with what I need. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, I give thanks to God. Apparently in the morning that day, God provides sustenance through pak Yono and his friends board the mosque could not be present in my marriage in the city of Bandung. Secret prayer tahajud may have been what you get. He came to the different way. There is a fast, and there are slow. Depending on the blessing of God, and how we pray. Sometimes we often forgot that prayer is a petition and request of His servant who surrender themselves for their sins forgiven, given the ease of living in the world and the Hereafter. Humble themselves before the ruler of heaven and earth. May Allah grant the prayers of His servants who surrender themselves in moments of silence with a third night praying sunna tahajud. Therefore, do not forget to always self conscious that there will be life after death. In this world we are just a traveler who stopped briefly, then go back.

Rabu, 29 September 2010

makalah perencanaan pengajaran "beberapa desain sistem instruksional PAI"

Bab I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang Masalah

Mengajar merupakan pekerjaan professional yang tidak bisa lepas dari berbagai macam problema, apalagi yang dihadapi masyarakat yang dinamis. Guru sebagai pendidik dan pengajar dalam melaksanakan tugasnya sering menemukan problema-problema yang dari waktu kewaktu selalu berbeda, apalagi bila dihubungkan dengan keperluan perorangan atau kemasyarakatan, maka keaneaan problematika tersebut makin luas. Sabenarnya problematika tersebut datang dari implikasi dinamika masyarakat itu sendiri, yaitu menunjukkan hidup manusia menuntut kemajuan-kemajuan yang perlu dipenuhi oleh masyarakat itu sendiri. Akan tetapi problema yang menuntut kepada penelitian yang cermat mengenai sumber-sumber penyebabnya dan akibat-akibat apa yang akan timbul bila tidak terselesaikan.Oleh karena itu dalam melaksanakan tugasnya, guru mempunyai banyak problema yang terkait dengan anak didik, kurikulum, metode pengajaran, dan tuntutan umum yang lainnya. Dari berbagai dinamika dan problem-problem diatas, guru masih dituntut untuk bersikap professional, walaupun tidak didukung dengan sarana yang layak, jadi disini kerja guru ekstra atau harus bekerja secara optimal.Maka dari kami pemakalah sekiranya ada kesalahan dan kekurangan baik dalam pengulasan dan pembahasannya, kami mohon permakluman dan bersedia menerima saran dan kritik sebagai upaya pembelajaran kami dan semua pihak yang terlibat, serta harapan kami semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Amin.
B. Pembatasan Masalah
Agar lebih fokus dan lebih evisien dalam pembahasan ini maka kami membatasi permasalahan ini menjadi beberapa sub pokok pembahasan yang meliputi: Pengertian sistem instruksional,



C. Perumusan Masalah
Dari uraian yang telah dipaparkan secara sepintas saya dapat menguraikan perumusan masalah sebagai berikut :
a. Apakah yang yang dimaksud system ?
b. Bagaimana pendekatan system itu?
c. Bagaimana aplikasi system dalam pengajaran?
D. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian system
2. Untuk mengetahui Bagaimana pendekatan system
3. Untuk mengetahui Bagaimana aplikasi system dalam pengajaran

E. Metodologi Penulisan
Dalam pembahasan perencanaan system pengajaran saya menggunakan metode analisis deskriftif dari sumber – sumber yang kami peroleh

F. Sistematika Penulisan

Makalah ini di buat 3 bab yang masing-masing bab di lengkapi sub – sub bab dengan sistematika sebagai berkut
Bab I : pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah,perumusan masalah,pembatasan masalah, tujuan penulisan/pembahasan,metode
penulisan dan sitematika penulisan
Bab II : Pembahasan yang menguraikan pengertian system dan pendekatan
system serta aplikasi pendekatan system dalam pengajaran.
Bab III : penutup yang menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran.



Bab II
PEMBAHASAN
Beberapa desain sistem instruksional
A. Pengertian Sistem Instruksional
Model sistem instruksional adalah metode yang digunakan dalam proses pembelajaran yang sering dipakai oleh banyak tenaga pengajar, model instruksional yaitu suatu model yang terdiri atas empat komponen yang secara hakiki berbeda satu sama lainnya, model ini menitikberatkan pembuatan keputusan intelektual oleh guru sebelum dan sesudah pengajaran dan oleh karenanya, sebenarnya lebih berupa suatu model perencanaan dan penilaian dari suatu model “prosedur mengajar” pertama menentukan tujuan-tujuan instruksional secara spesifik dalam bentuk perilaku siswa.Kedua mengadakan penilaian pendahuluan terhadap keadaan siswa pada saat ini dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan instruksional tersebut. Dan ketiga menilai pencapaian tujuan-tujuan tersebut oleh siswa.
a. Penentuan tujuan-tujuan yang spesifik
Tujuan-tujuan instruksional didalam model-model komponen ini harus dirumuskan secara spesifik dalam bentuk perilaku akhir siswa. Hampir setiap pendidik mengakui pentingnya penentuan tujuan, tetapi akhir-akhir inipun hanya sedikit yang menganjurkan perlunya dirumuskan tujuan itu secara jelas, yaitu tujuan : bagaimana seharusnya siswa berperilaku pada akhir pengajaran. Model instrusional ini menuntut agar tujuan-tujuan tersebut dirumuskan secara jelas dan tegas dalam bentuk perilaku siswa.
b. Penilaian pendahuluan
langkah kedua dalam model instruksional ini menuntut agar guru memeriksa perilaku mula siswa. Istilah penilaian “pendahuluan“ digunakan sebagai pengganti dari “tes-awal” hanya karena “penilaian pendahuluan” mencakup macam prosedur penilaian yang lebih banyak dari pada hanya dari pada tes ter tulis. Satu keuntungan nyata dari penilaian pendahuluan ialah bahwa guru dapat mengetahui sudahkah siswanya memiliki perilaku yang hendak dikembangkannya. Sangat mungkin kemampuan siswa lebih besar dari pada yang diduga guru. Kalau itu terjadi waktu berminggu-minggu terbuang sia-sia karena siswa-siswa “diajarkan” hal-hal yang sudah mereka ketahui. Dalam arti yang sama, sering pengetahuan mereka jauh lebih sedikit dari apa yang diduga oleh guru.
c. Pengajaran
setelah guru mengadakan penilaian pendahuluan, dan barangkali mengubah tujuan-tujuan instruksional, langkah berikutnya yaitu merencanakan program pengajaran yang diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan yang dikehendakinya. Perencanaan ini memang rumit sekali, namun demikian, sesudah ada pernyataan yang jelas tentang tujuan apa yang dikehendaki, maka masalah itu menjadi jauh lebih mudah.
d. Penilaian
langkah keempat dalam model instrusional ini adalah menilai taraf pencapaian tujuan-tujuan instruksional oleh para siswa. Pada waktu inilah guru menentukan sudahkah siswa-siswanya seperti yang direncanakan ketika ia merumuskan tujuan-tujuan. Masalah pengembangan prosedur penilaian tertentu, seperti siapan suatu tes, sebagian besar pastilah terpecahkan, jika tujuan telah dirumuskan secara spesifik. Tidak jarang tujuan yang sangat spesifik juga memuat pernyataan tentang prosedur penilaian. Pada hakikatnya tujuan dan penilaian seharusnya sama; yaitu butir-butir tes seharusnya disusun sesuai dengan jenis perilaku yang ditentukan dalam tujuan. Penilaian yang dimaksudkan disini bukanlah mengenai siswa, melainkan ketetapan keputusan-keputusan yang diambil oleh guru. Kita tidak berusaha menentukan bahwa ali mendapat “A” atau “B” tetapi hendak menentukan sudah tepatkah program pengajaran guru dan pelaksanaannya.
B.Tujuan Pembelajaran (PAI) Dengan Sistem Instruksional
Tujuan instruksional yang dikembangkan pada saat ini adalah tujuan instruksional ganda, dalam artian bahwa tujuan instruksional ini memiliki dua komponen yaitu Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK).
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Tujuan instruksional umum ini merupakan tujuan dari kurikuler, ialah tujuan pendidikan secara umum menjadi tujuan khusus dan operasional, sebab pada dasarnya tujuan pendidikan hanya dapat mungkin di capai bila tujuan itu di rumuskan ke dalam rumusan yang khusus dan operasional.Dalam kurikulum SLTP 1975 bidang studi agama islam, dapat dilihat bahwa tujuan kurikuler bidang studi agama islam di SMP yang berjumlah empat belas itu di jabarkan sehingga menjadi delapan puluh tujuan instruksional umum (TIU).
b. Tujuan instruksional khusus
Tujuan ini adalah langkah yang paling akhir dalam upaya membuat rumusan tujuan pendidikan yang paling khusus dan operasional. tujuan instruksional khusus (TIK) dapat di artikan sebagai rumusan tujuan yang berisi kualifikasi khusus yang di harapkan di miliki siswa setelah selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar tertentu. Tujuan instruksional khusus adalah tujuan yang hendak di capai guru setiap kali mengajar.Maksud dari kedua tujuan instruksional ini adalah upaya untuk mengembangkan tujuan pendidikan secara universal yaitu tujuan pendidikan umum berfokuskan pada semua mata pelajaran yang ada disetiap sekolah dan madrasah, sedangkan tujuan instruksional khusus adalah tujuan pembelajaran yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung (proses pembelajaran), atau komponen-komponen yang akan dipaparkan untuk mengajar haruslah dikutip atau disajikan dalam berbentuk lembaran sebelum pelajaran itu berlangsung. Contohnya SAP ( Satuan Acara Perkuliahan) atau silabus perkuliahan yang disajikan oleh tenaga pengajar.
C. Implementasi (Penggunaan) Sistem Instruksional
Penggunaan sistem instruksional dalam pembelajaran didalam kelas dapat diklasifikasikan menjadi tiga tahap.
a. Tahap awal
Tahap pembelajaran awal ini adalah langkah pertama sebelum materi pembelajaran berlangsung, yaitu memberikan pencerahan terhadap pola piker siswa tentang apa yang ingin diajarkan, diberikan bayangan sebelum memasuki tahap yang serius, tahap awal ini memiliki banyak teori dan metode yang bisa digunakan diantaranya adalah mengatur tatanan kelas yang nyaman dan epektif seperti group resume (resume kelompok) prosedurnya dibentuk seperti :
• Bagilah peserta kedalam beberapa kelompok, terdiri dari 3 sampai 6 anggota.
• Beritahukan kepada mereka bahwa kelas memiliki kesatuan bakat dan pengalaman yang sangat hebat.
• Memberikan motivasi kepada setiap kelompok agar aktif dan bervariasi dalam menela’ah materi.
1. Inti
Pada tahapan ini pengajar menguraikan materi yang diajarkan kepada siswa dengan menggunakan metode dan teknik yang nyaman dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa tidak mudah jenuh dan tidak cepat merasa bosan seperti yang ada dalam bukunya Mel Silberman yang menawarkan metode aktif dan variable salah satunya adalah Listening Team (tim pendengar)
• Buatlah kelas menjadi empat kelompok
• Masimg-masing kelompok diberi tugas, kelompok pertama sebagai penanya, kelompok kedua sebagai orang yang setuju, kelompok yang ketiga sebagai orang yang tidak setuju, sedangkan yang terakhir sebagai pemberi contoh.
• Sampaikan pelajaran yang didasarkan dengan pelajaran
• Suruhlah tiap-tiap tim untuk bertanya, sepakat dan sebagainya.
b.Tahap Akhir
Setelah materi diberikan kepada siswa dan waktu telah hamper habis untuk pembelajaran maka tahapan yang paling akhir ialah bagaimana siswa belajar agar tidak lupa tentunya dengan berbagai strategi yang bisa digunakan salah satunya adalah Reviewing Strategies (meninjau ulang).Salah satu cara paling meyakinkan untuk menjadikan belajar tepat adalah menyertakan waktu untuk meninjau apa yang telah dipelajari. Materi yang telah ditinjau (review) oleh peserta didik mungkin disimpan lima kali lebih banyak dari materi yang tidak ditinjau. Hal itu karena peninjauan memudahkan peserta didik untuk mempertimbangkan informasi dan menemukan cara-cara untuk menyimpannya dalam otaknya.








Bab III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Guru adalah sentralitas bagi proses pendidikan, baik dan buruknya adalah guru yang mengarahkanya. Sehingga dalam perjalanan prosesnya guru mengalami banyak kendala yang pada hakikatnya adalah implikasi kedinamisan masyarakat yang terus berkembang dari waktu-kewaktu. Keberhasilan proses pengajaran anak didik tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan pribadi guru secara totaliter, semua yang terkait dengan proses pengajaran harus mau dan mampu membantu guru dalam menghadapi problematika yang mereka hadapi.Dalam perjalanan pemecahan problematika guru, pada hakekatnya merupakan masalah yang menyeluruh dalam kehidupan manusia. Semua tergantung dari respect guru terhadap permasalahan tersebut dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain serta lingkungan, kebutuhan akan kestabilan emosi, rasa cinta, serta prospek masa depan yang jelas adalah kunci awal bagi seorang guru.Dari kutipan pembahasan yang ada didalam makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa sistem instruksional yang baik adalah yang bisa digunakan dengan sebaik mungkin oleh pengajar atau tenaga pendidikan dikelola secara jelas dalam proses pembelajaran.






DAFTAR PUSTAKA
 Popham W. James, dan Baker Eva L., Teknik Mengajar Secara Sistematis, Jakarta : PT Rineka Cipta, 1992.
 Silberman Mel, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta : Yappendis, 2005.
 Tafsir Ahmad, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung : PT Remaja Rosdakarya 2002.
 Soedijarto. Menuju Pendidikan Nasional Yang Relevan Dan Bermutu. Jakarta: Balai Pustaka. 1993.
 Arifin. Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara. 1993.
 ________________________________________
 W. James Popham, dan Eva L. Baker, Teknik Mengajar Secara Sistematis, Jakarta : PT Rineka Cipta, 1992. Hal 11-14.
 DR. Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung : PT Remaja Rosdakarya 2002. Hal 20-21.
 Mel Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta : Yappendis, 2005. Hal 45.
 Mel Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta : Yappendis, 2005. Hal 101-102.

makalah perencanaan pengajaran "beberapa desain sistem instruksional PAI"

Bab I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang Masalah

Mengajar merupakan pekerjaan professional yang tidak bisa lepas dari berbagai macam problema, apalagi yang dihadapi masyarakat yang dinamis. Guru sebagai pendidik dan pengajar dalam melaksanakan tugasnya sering menemukan problema-problema yang dari waktu kewaktu selalu berbeda, apalagi bila dihubungkan dengan keperluan perorangan atau kemasyarakatan, maka keaneaan problematika tersebut makin luas. Sabenarnya problematika tersebut datang dari implikasi dinamika masyarakat itu sendiri, yaitu menunjukkan hidup manusia menuntut kemajuan-kemajuan yang perlu dipenuhi oleh masyarakat itu sendiri. Akan tetapi problema yang menuntut kepada penelitian yang cermat mengenai sumber-sumber penyebabnya dan akibat-akibat apa yang akan timbul bila tidak terselesaikan.Oleh karena itu dalam melaksanakan tugasnya, guru mempunyai banyak problema yang terkait dengan anak didik, kurikulum, metode pengajaran, dan tuntutan umum yang lainnya. Dari berbagai dinamika dan problem-problem diatas, guru masih dituntut untuk bersikap professional, walaupun tidak didukung dengan sarana yang layak, jadi disini kerja guru ekstra atau harus bekerja secara optimal.Maka dari kami pemakalah sekiranya ada kesalahan dan kekurangan baik dalam pengulasan dan pembahasannya, kami mohon permakluman dan bersedia menerima saran dan kritik sebagai upaya pembelajaran kami dan semua pihak yang terlibat, serta harapan kami semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Amin.
B. Pembatasan Masalah
Agar lebih fokus dan lebih evisien dalam pembahasan ini maka kami membatasi permasalahan ini menjadi beberapa sub pokok pembahasan yang meliputi: Pengertian sistem instruksional,



C. Perumusan Masalah
Dari uraian yang telah dipaparkan secara sepintas saya dapat menguraikan perumusan masalah sebagai berikut :
a. Apakah yang yang dimaksud system ?
b. Bagaimana pendekatan system itu?
c. Bagaimana aplikasi system dalam pengajaran?
D. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian system
2. Untuk mengetahui Bagaimana pendekatan system
3. Untuk mengetahui Bagaimana aplikasi system dalam pengajaran

E. Metodologi Penulisan
Dalam pembahasan perencanaan system pengajaran saya menggunakan metode analisis deskriftif dari sumber – sumber yang kami peroleh

F. Sistematika Penulisan

Makalah ini di buat 3 bab yang masing-masing bab di lengkapi sub – sub bab dengan sistematika sebagai berkut
Bab I : pendahuluan yang menguraikan latar belakang masalah,perumusan masalah,pembatasan masalah, tujuan penulisan/pembahasan,metode
penulisan dan sitematika penulisan
Bab II : Pembahasan yang menguraikan pengertian system dan pendekatan
system serta aplikasi pendekatan system dalam pengajaran.
Bab III : penutup yang menguraikan tentang kesimpulan dan saran-saran.



Bab II
PEMBAHASAN
Beberapa desain sistem instruksional
A. Pengertian Sistem Instruksional
Model sistem instruksional adalah metode yang digunakan dalam proses pembelajaran yang sering dipakai oleh banyak tenaga pengajar, model instruksional yaitu suatu model yang terdiri atas empat komponen yang secara hakiki berbeda satu sama lainnya, model ini menitikberatkan pembuatan keputusan intelektual oleh guru sebelum dan sesudah pengajaran dan oleh karenanya, sebenarnya lebih berupa suatu model perencanaan dan penilaian dari suatu model “prosedur mengajar” pertama menentukan tujuan-tujuan instruksional secara spesifik dalam bentuk perilaku siswa.Kedua mengadakan penilaian pendahuluan terhadap keadaan siswa pada saat ini dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan instruksional tersebut. Dan ketiga menilai pencapaian tujuan-tujuan tersebut oleh siswa.
a. Penentuan tujuan-tujuan yang spesifik
Tujuan-tujuan instruksional didalam model-model komponen ini harus dirumuskan secara spesifik dalam bentuk perilaku akhir siswa. Hampir setiap pendidik mengakui pentingnya penentuan tujuan, tetapi akhir-akhir inipun hanya sedikit yang menganjurkan perlunya dirumuskan tujuan itu secara jelas, yaitu tujuan : bagaimana seharusnya siswa berperilaku pada akhir pengajaran. Model instrusional ini menuntut agar tujuan-tujuan tersebut dirumuskan secara jelas dan tegas dalam bentuk perilaku siswa.
b. Penilaian pendahuluan
langkah kedua dalam model instruksional ini menuntut agar guru memeriksa perilaku mula siswa. Istilah penilaian “pendahuluan“ digunakan sebagai pengganti dari “tes-awal” hanya karena “penilaian pendahuluan” mencakup macam prosedur penilaian yang lebih banyak dari pada hanya dari pada tes ter tulis. Satu keuntungan nyata dari penilaian pendahuluan ialah bahwa guru dapat mengetahui sudahkah siswanya memiliki perilaku yang hendak dikembangkannya. Sangat mungkin kemampuan siswa lebih besar dari pada yang diduga guru. Kalau itu terjadi waktu berminggu-minggu terbuang sia-sia karena siswa-siswa “diajarkan” hal-hal yang sudah mereka ketahui. Dalam arti yang sama, sering pengetahuan mereka jauh lebih sedikit dari apa yang diduga oleh guru.
c. Pengajaran
setelah guru mengadakan penilaian pendahuluan, dan barangkali mengubah tujuan-tujuan instruksional, langkah berikutnya yaitu merencanakan program pengajaran yang diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan yang dikehendakinya. Perencanaan ini memang rumit sekali, namun demikian, sesudah ada pernyataan yang jelas tentang tujuan apa yang dikehendaki, maka masalah itu menjadi jauh lebih mudah.
d. Penilaian
langkah keempat dalam model instrusional ini adalah menilai taraf pencapaian tujuan-tujuan instruksional oleh para siswa. Pada waktu inilah guru menentukan sudahkah siswa-siswanya seperti yang direncanakan ketika ia merumuskan tujuan-tujuan. Masalah pengembangan prosedur penilaian tertentu, seperti siapan suatu tes, sebagian besar pastilah terpecahkan, jika tujuan telah dirumuskan secara spesifik. Tidak jarang tujuan yang sangat spesifik juga memuat pernyataan tentang prosedur penilaian. Pada hakikatnya tujuan dan penilaian seharusnya sama; yaitu butir-butir tes seharusnya disusun sesuai dengan jenis perilaku yang ditentukan dalam tujuan. Penilaian yang dimaksudkan disini bukanlah mengenai siswa, melainkan ketetapan keputusan-keputusan yang diambil oleh guru. Kita tidak berusaha menentukan bahwa ali mendapat “A” atau “B” tetapi hendak menentukan sudah tepatkah program pengajaran guru dan pelaksanaannya.
B.Tujuan Pembelajaran (PAI) Dengan Sistem Instruksional
Tujuan instruksional yang dikembangkan pada saat ini adalah tujuan instruksional ganda, dalam artian bahwa tujuan instruksional ini memiliki dua komponen yaitu Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK).
a. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Tujuan instruksional umum ini merupakan tujuan dari kurikuler, ialah tujuan pendidikan secara umum menjadi tujuan khusus dan operasional, sebab pada dasarnya tujuan pendidikan hanya dapat mungkin di capai bila tujuan itu di rumuskan ke dalam rumusan yang khusus dan operasional.Dalam kurikulum SLTP 1975 bidang studi agama islam, dapat dilihat bahwa tujuan kurikuler bidang studi agama islam di SMP yang berjumlah empat belas itu di jabarkan sehingga menjadi delapan puluh tujuan instruksional umum (TIU).
b. Tujuan instruksional khusus
Tujuan ini adalah langkah yang paling akhir dalam upaya membuat rumusan tujuan pendidikan yang paling khusus dan operasional. tujuan instruksional khusus (TIK) dapat di artikan sebagai rumusan tujuan yang berisi kualifikasi khusus yang di harapkan di miliki siswa setelah selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar tertentu. Tujuan instruksional khusus adalah tujuan yang hendak di capai guru setiap kali mengajar.Maksud dari kedua tujuan instruksional ini adalah upaya untuk mengembangkan tujuan pendidikan secara universal yaitu tujuan pendidikan umum berfokuskan pada semua mata pelajaran yang ada disetiap sekolah dan madrasah, sedangkan tujuan instruksional khusus adalah tujuan pembelajaran yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung (proses pembelajaran), atau komponen-komponen yang akan dipaparkan untuk mengajar haruslah dikutip atau disajikan dalam berbentuk lembaran sebelum pelajaran itu berlangsung. Contohnya SAP ( Satuan Acara Perkuliahan) atau silabus perkuliahan yang disajikan oleh tenaga pengajar.
C. Implementasi (Penggunaan) Sistem Instruksional
Penggunaan sistem instruksional dalam pembelajaran didalam kelas dapat diklasifikasikan menjadi tiga tahap.
a. Tahap awal
Tahap pembelajaran awal ini adalah langkah pertama sebelum materi pembelajaran berlangsung, yaitu memberikan pencerahan terhadap pola piker siswa tentang apa yang ingin diajarkan, diberikan bayangan sebelum memasuki tahap yang serius, tahap awal ini memiliki banyak teori dan metode yang bisa digunakan diantaranya adalah mengatur tatanan kelas yang nyaman dan epektif seperti group resume (resume kelompok) prosedurnya dibentuk seperti :
• Bagilah peserta kedalam beberapa kelompok, terdiri dari 3 sampai 6 anggota.
• Beritahukan kepada mereka bahwa kelas memiliki kesatuan bakat dan pengalaman yang sangat hebat.
• Memberikan motivasi kepada setiap kelompok agar aktif dan bervariasi dalam menela’ah materi.
1. Inti
Pada tahapan ini pengajar menguraikan materi yang diajarkan kepada siswa dengan menggunakan metode dan teknik yang nyaman dan mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa tidak mudah jenuh dan tidak cepat merasa bosan seperti yang ada dalam bukunya Mel Silberman yang menawarkan metode aktif dan variable salah satunya adalah Listening Team (tim pendengar)
• Buatlah kelas menjadi empat kelompok
• Masimg-masing kelompok diberi tugas, kelompok pertama sebagai penanya, kelompok kedua sebagai orang yang setuju, kelompok yang ketiga sebagai orang yang tidak setuju, sedangkan yang terakhir sebagai pemberi contoh.
• Sampaikan pelajaran yang didasarkan dengan pelajaran
• Suruhlah tiap-tiap tim untuk bertanya, sepakat dan sebagainya.
b.Tahap Akhir
Setelah materi diberikan kepada siswa dan waktu telah hamper habis untuk pembelajaran maka tahapan yang paling akhir ialah bagaimana siswa belajar agar tidak lupa tentunya dengan berbagai strategi yang bisa digunakan salah satunya adalah Reviewing Strategies (meninjau ulang).Salah satu cara paling meyakinkan untuk menjadikan belajar tepat adalah menyertakan waktu untuk meninjau apa yang telah dipelajari. Materi yang telah ditinjau (review) oleh peserta didik mungkin disimpan lima kali lebih banyak dari materi yang tidak ditinjau. Hal itu karena peninjauan memudahkan peserta didik untuk mempertimbangkan informasi dan menemukan cara-cara untuk menyimpannya dalam otaknya.








Bab III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Guru adalah sentralitas bagi proses pendidikan, baik dan buruknya adalah guru yang mengarahkanya. Sehingga dalam perjalanan prosesnya guru mengalami banyak kendala yang pada hakikatnya adalah implikasi kedinamisan masyarakat yang terus berkembang dari waktu-kewaktu. Keberhasilan proses pengajaran anak didik tidak akan tercapai jika hanya mengandalkan pribadi guru secara totaliter, semua yang terkait dengan proses pengajaran harus mau dan mampu membantu guru dalam menghadapi problematika yang mereka hadapi.Dalam perjalanan pemecahan problematika guru, pada hakekatnya merupakan masalah yang menyeluruh dalam kehidupan manusia. Semua tergantung dari respect guru terhadap permasalahan tersebut dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain serta lingkungan, kebutuhan akan kestabilan emosi, rasa cinta, serta prospek masa depan yang jelas adalah kunci awal bagi seorang guru.Dari kutipan pembahasan yang ada didalam makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa sistem instruksional yang baik adalah yang bisa digunakan dengan sebaik mungkin oleh pengajar atau tenaga pendidikan dikelola secara jelas dalam proses pembelajaran.






DAFTAR PUSTAKA
 Popham W. James, dan Baker Eva L., Teknik Mengajar Secara Sistematis, Jakarta : PT Rineka Cipta, 1992.
 Silberman Mel, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta : Yappendis, 2005.
 Tafsir Ahmad, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung : PT Remaja Rosdakarya 2002.
 Soedijarto. Menuju Pendidikan Nasional Yang Relevan Dan Bermutu. Jakarta: Balai Pustaka. 1993.
 Arifin. Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Jakarta: Bumi Aksara. 1993.
 ________________________________________
 W. James Popham, dan Eva L. Baker, Teknik Mengajar Secara Sistematis, Jakarta : PT Rineka Cipta, 1992. Hal 11-14.
 DR. Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung : PT Remaja Rosdakarya 2002. Hal 20-21.
 Mel Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta : Yappendis, 2005. Hal 45.
 Mel Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta : Yappendis, 2005. Hal 101-102.

Selasa, 28 September 2010

makalah kerajaan safawi

A. Asal Usul Bangsa Safawi
Kerajan Safawi bermula dari gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Tarekat ini diberi nama Safawiyah karena pendirinya bernama Syech Safuyudin Ishaq (1252-1334) seorang guru agama yang lahir dari sebuah keluaraga Kurdi di Iran Utara. Beliau merupakan anak murid seorang imam Sufi yiaitu Sheikh Zahed Gilani (1216–1301, dari Lahijan.) Safi Al-Din kemudiannya menukar Ajaran Sufi ini kepada Ajaran Safawiyah sebagai tindak balas kepada pencerobohan tentera Mongol di wilayah Azerbaijan
Pada mulanya gerakan tasawuf Safawiyah ini bertujuan untuk memerangi orang-orang ingkar dan golongan Ahl al-Bid’ah Namun pada perkembangannya, gerakan tasawuf yang bersifat lokal ini berubah menjadi gerakan keagamaan yang mempunyai pengaruh besar di Persia, Syria dan Anatolia. Di negeri-negeri yang berada di luar Ardabil inilah, Safi al-Din menempatkan seorang wakil yang diberi gelar Khalifah untuk memimpin murid-murid di daerahnya masing-masing.
Gerakan Safawi mewakili sebuah kebangkitan Islam Populer yang menentang dominasi militer yang meresahkan dan bersifat eksploitatif. Tidak seperti gerakan lainnya,gerakan Safawiyah memprakarsai penaklukan Iran dan mendirikan sebuah baru yang berkuasa dari 1501 sampai 1722. Sang pendiri mengawali gerakannya dengan seruan untuk memurnikan dan memulihkan kembali ajaran Islam.
Pada waktu kerajaan Turki Usmani sudah mencapai puncak kejayaan, kerajaan Safawi di Persia masih baru berdiri. Namun pada kenyataannya, kerajaan ini dapat berkembang dengan cepat. Nama safawi ini terus dipertahankan sampai tarekat Sfawiyah menjadi gerakan politik dan menjadi sebuah kerajaan yang disebut kerajaan Safawi. Dalam perkembangannya, kerajaan Safawi sering berselisih dengan kerajaan Turki Usmani
Kerajaan Safawi mempunyai perbedaan dari dua kerjaan besarislam lainnya seperti kerajan Turki Usmani dan Mughal. Kerajaan ini menyatakan sebagai penganut Syi’ah dan dijadikan madzhab Negara. Oleh karena itu, kerajaan Safawi dianggap sebagai peletak dasar pertama terbentuknya Negara Iran dewasa ini.
B. Perkembangan Kerajaan Safawi
Dalam perkembangannya Bangsa Safawi (tarekat Safawiyah) sangat fanatik terhadapajaran-ajarannya. Hal ini ditandai dengan kuatnya keinginan mereka untuk berkuasa karena dengan berkuasa mereka dapat menjalankan ajaran agama yang telah mereka yakini (ajaran Syi’ah). Karena itu, lama kelamaan murid-murid tarekat Safawiyah menjadi tentara yang teratur, fanatik dalam kepercayaan dan menentang setiap orang yang bermazhab selain Syiah.
Bermula dari perajurit akhirnya mereka memasuki dunia perpolitikan pada masa kepemimpinan syah al junaid. Dinasti safawi memperluas geraknya dengan menumbuhkan kegiatan politik di dalam kegiatan kegiatan keagamaan. Perluasan kegiatan ini menimbulkan konflik dengan penguasaan kara koyunlu(domba hitam), salah satu suku bangsa turki yang akhirnya menyebabkan kelompok junaid kalah dan di asingkan kesuatu tempat. Di tempat baru ini ia mendapatkan perlindungan dari penguasa Diyar bakr, AK –Koyunlu juga suku bangsa turki. Ia tinggal diistana Uzun hasan, yang ketika itu menguasai sebagian besar Persia.
Tahun 1459 M, Junaid mencoba merebut Ardabil tapi gagal. Pada tahun 1460 M. Ia mencoba merebut Sircasia tetapi pasukan yang dipimpinya dihadang oleh tentara Sirwan dan ia terbunuh dalam pertempuran tersebut. Penggantinya diserahkan kepada anaknya Haidar pada tahun 1470 M, lalu Haidar kawin dengan seorang cucu Uzun Haisan dan lahirlah ismail dan kemudian hari menjadi pendiri kerajaan Safawi dan mengatakan bahwa Syi’ahlah yang resmi dijaadikan mazhab kerajaan ini. Kerajaan inilah dianggap sebagai peletak batu pertama negara Iran.[1]
Gerakan Militer Safawi yang dipimpin oleh Haidar di pandang sebagai rival politik olehAK Koyunlu setelah ia menang dari Kara Koyunlu (1476 M). Karena itu, ketika Safawimenyerang wilayah Sircassia dan pasukan Sirwan, AK Koyunlu mengirimkan bantuanmiliter kepada Sirwan, sehingga pasukan Haidar kalah dan ia terbunuh.
Ali, putera dan pengganti Haidar, didesak bala tentaranya untuk menuntut balas ataskematian ayahnya, terutama terhadap AK Koyunlu. Akan tetapi Ya’kub pemimpin AK Koyunlu menangkap dan memenjarakan Ali bersama saudaranya, Ibrahim, Ismail dan ibunya di Fars (1489-1493 M). Mereka dibebaskan oleh Rustam, putera mahkota AK Koyunlu dengan syarat mau membantunya memerangi saudara sepupunya. Setelah dapatdikalahkan, Ali bersaudara kembali ke Ardabil. Namun, tidak lama kemudian Rustam berbalik memusuhi dan menyerang Ali bersaudara dan Ali terbunuh (1494 M)
Periode selanjutnya, kepemimpinan gerakan Safawi di serahkan pada Ismail. Selama 5 tahun, Ismail beserta pasukannya bermarkas di Gilan untuk menyiapkan pasukan dan kekuatan. Pasukan yang di persiapkan itu diberi nama Qizilbash (baret merah).
Pada tahun 1501 M, pasukan Qizilbash dibawah pimpinan Ismail menyerang dan mengalahkan AK Koyunlu (domba putih) di sharur dekat Nakh Chivan. Qizilbash terus berusaha memasuki dan menaklukkan Tabriz, yakni ibu kota AK Koyunlu dan akhirnya berhasil dan mendudukinya. Di kota Tabriz Ismail memproklamasikan dirinya sebagai raja pertama Dinasti Safawi. Ia disebut juga Ismail I
Ismail I berkuasa kurang lebih 23 tahun antara 1501-1524 M. Pada sepuluh tahun pertama ia berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, Buktinya ia dapat menghancurkan sisa-sisa kekuatan AK Koyunlu di Hamadan (1503 M), menguasai propinsi Kaspia di Nazandaran, Gurgan dan Yazd (1504 M), Diyar Bakr (1505-1507 M) Baghdad dan daerah Barat daya Persia (1508 M), Sirwan (1509 M) dan Khurasan. Hanya dalam waktu sepuluh tahun itu wilayah kekuasaannya sudah meliputi seluruh Persia dan bagian timur Bulan Sabit Subur .
Safawiah menegaskan persekutuan meraka dengan Syi’ah dan Syah Ismail ,menytakan bahwa dirinya adalah sebagai sang imam tersembunyi,sebagai reinkarnasi dari Ali, dan sebagai simbol wujud ketuhanan. Ismail mengkelaim sebagai keturunan dari imam ketujuh, dan sebagai generasi ketujuh dalam garis keturunan Safawiah,dimana setiap imam secara berurutan merupakan pembawa cahaya ketuhanan yang disampaikan dari satu generasi kegenerasi yang lainnya. Dengan kecendrunganya kepada sin kereatisme relegius dari beberapa gerakan sufi yangtelah berlangsung selama dua abad di Iran barat, dan dengan menggabungkan beberapa pengaruh keagamaan yang berbeda beda, termasuk Syi’isme, mesiannisme,Sunni dan Budhisme. Ismail juga menyatakan secara tegas bahwa dirinya adalah reingkarnasi dari Khidir, pembawa kebijaksanaan masa lampau, dan sebagai ruh Yesus. Dengan diterangi cahaya ketuhanan yangmana cahaya tersebut mendahului alquran dan penciptaan alam semesta ini, yang diturunkan oleh keluarga nabi untuk ditubuhkan didalam diri Ismail, maka ia menjadi seorang mesiah,Syah,pemilik kekuasaan temporal dan sekaligus pemilik kerajaan mistikal. Berdasarkan beberapa klaim keagamaan ini, tokoh tokoh Syafawiah menuntut sebuah kepatuan absolut dan tanpa keraguan absolut dari para tokoh sufi mereka [2]
Isma’il memberlakukan faham Syi’ah sebagai madzhab resmi negara. Untuk menerapkan keinginannya ini ia kerap mendapat tantangan dari Ulama’ Sunni. Pertentangan ideologi muncul akibat penerapan faham Syi’ah ini. Syah Isma’l tidak segan segan menerapkan faham ini dengan tindakan kekerasan. Di Baghdad dan Herat, misalnya, Syah Isma’il membunuh secara kejam para Ulama’ dan sastrawan sunni yang menolak ideologi Syi;ah. Akibatnya hinga beberapa dekade kemudian para penganut Sunni di Kurasan, misalnya, harus menyembunyikan identitas Sunni mereka atau mempraktekkan tradisi Sunninya secara sembunyi-sembunyi.
Ima’il adalah orang yang sangat berani dan berbakat. Ambisi politiknya mendorong untuk menguasai negara lain sampai Turki Usmani. Namun dalam peperangan ia dikalahkan pasukan militer Turki yang lebih unggul dalam kemiliteran. Karena keunggulan militer kerajaan Usmani, dalam peperangan ini Isma’il mengalami kekalahan, malah Turki Usmani dibawah pimpinan Sultan Salim dapat menduduki Tabriz. Kerajaan Safawi terselamatkan oleh pulangnya sultan Salim ke Turki karena terjadi perpecahan dikalangan militer Turki di negrinya
Kekalahan akibat perang dengan Turki Usmani ini membuat Isma’il frustasi. Ia lebih senang menyendiri, menempuh kehidupan hura-hura dan berburu. Keadan itu berdampak negatif bagi kerajaan Safawi dan pada akhirnya terjadi persaingan dalam merebut pengaruh untuk dapat memimpin kerajaan Safawi antara suku-suku Turki, pejabat keturunan Persia dan Qizibash.[3]
Rasa pemusuhan dengan Kerajaan Usmani terus berlangsung sepeninggal Ismail I, peperangan antara dua kerajaan besar Islam ini terjadi beberapa kali pada masa pemerintahan Tahmasp I (1524-1576 M), Ismail II (1576-1577 M) dan Muhammad Khudabanda (1577-1567M). Pada masa tiga raja tersebut kerajaan Safawi mengalami kelemahan. Hal ini di karenakan sering terjadinya peperangan melawan kerajaan Usmani yang lebih kuat, juga sering terjadi pertentangan antara kelompok dari dalam kerajaan Safawi sendiri.
Berikut urutan penguasa kerajaan Safawi:
Nama Syah Tahun Masehi Tahun hijri
Isma’il I
Thahmsap l
Isma’il ll
Muhamad Khudabanda
Abbas l
Shafi l
Abbas ll
Sulayman l (Shafi ll)
Husayn l
Thahmasp ll
Abbas lll
Sulayman ll
Isma’il lll
Husan ll
Muhammad 1501
1524
1576
1578
1588
1629
1642
1666
1694
1722
1732
1749
1750
1753
1786 907
930
984
985
996
1038
1052
1077
1105
1135
1145
1163
1163
1166
1200
C. Masa Kejayaan Kerajaan Safawi
Kondisi Kerajaan Safawi yang memprihatinkan itu baru bisa diatasi setelah raja Safawi ke lima, Abbas 1 naik tahta(1588-1628). Popularitas Abbas 1 ditopang oleh sikap keagamaannya. Ia terkenal sebagai seorang Syi’ah yang shaleh. Sebagai bukti atas kesalehannya adalah bahwa dia sering berziarah ketempat suci Qum dan Masyhad . Disamping itu Ia pun melakukan perubahan struktur birokasi dalam lembaga politik keagamaaan. Lembaga sadarat secara berangsur-angsur dagantikan oleh lembaga Ulama yang dipimpin oleh seorang syichul Islam. Dalam tradisi Sunni lembaga tersebut menunjukkan pemisahan struktur kekuasaan politik antara Ulama dan Umara. Abbas1 telah berhasil menciptakan kemajuan pesat dalam bidang keagamaan, yang membuat ideologi Syi’ah semakin dikukuhkan.[4]
Langkad-langkah yang ditempuh oleh Abbas l dalam rangka memulihkan kerajaan Safawi adalah:
1. Berusaha menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash dengan cara membentuk pasukan baru yang berasal dari budak-budak dan tawanan perang bangsa Georgia,Armenia,dan Sircassia
2. Mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani dengan jalan menyerahkan wilayah Azerbaijan,Georgia, dan disamping itu Abbas berjanji tidak akan menghina tiga Khalifah pertama dalam Islam (Abu Bakr,Umar, dan Usman) dalam khutbah-khutbah Jum’at. Sebagai jaminan atas syarat itu, Abbas memyerahkan saudara sepupunya Haidar Mirza sebagai sandra di Istambul.[5]
Semenjak masa Syah Abbas , pedagang-pedagang Armenia dengan bersekutu dengan Inggris ,Prancis, Belanda,dan dengan dukungan dari samg Syah, tengah bersaing dengan pihak Usmani dan Portugis dalam perdagangan barang-barang sutra, karpet wool,kain selendang,dan porselin. Meskipun demikian, pada akhir abad tujuh belas pedagang-pedagang Eropa pada dasarnya telah menguasai perdagangan Iran dan sejimlah keuntungan Ekonomis dari perdagangan dunia agaknya telah lepas dari Iran.
Kunci dari program administrasi dan ekonomi Syah Abbas adalah pembentukan ibukota baru yang besar Isfahan. Isfahan merupakan kota yang sangat pentibg bagi tujuan politik dan ekonomi bagi negara Iran yang memusat dan bagi legitimasi dinasti Safawiyah. Safawiyah membangun kota baru terdebut mengitari Mydani-Syah,yakni sebuah alun-alun yang besar yang luasnya sekitar 160×500 meter. Alun-alun tersebut berfungsi sebagai pasar tempat perayaan dan sebagai lapangan permainan polo. Ia dikelilingi oleh sederetan toko bertingkat dua, dan sejumlah gedung utama pada setiap sisinya. Pada sisi bagian timur terdapat Masjid Saikh Lutfallah, yang mulai dibangun pada 1603 dan selesai pada 1618, merupakan sebuah oratorium yang disediakan sebagai tempat peristirahatan pribadi Syah.
Sejumlah bazar di Isfahan sangat penting kedudukannya bagi perokonomian negara, sebab ia nerupakan pusat produksi dan kegiatan pemasaran dan mereka berada didalam pengawasan petugas perpajakan negara. Ibukota tersebut juga sama pentingnya bagi vitalitas Islam-Iran. Pada tahun 1666, menurut keterangan seorang pengujung bangsa Eropa,Isfahan memiliki 162 masjid,48 perguruan, dan 273 tempat pemandian umum, yang hampir seluruhnya dibangun oleh Abbas I dan penggantinya Abbas II (1642-1666) Di bawah pemerintahan Abbas I Kerajaan Safawi mencapai kekuasan politiknya yang tertinggi. Pemerintahannya merupakan sebuah pemerintahan keluarga yang sangat dihormati dengan deorang penguasa yang didukungoleh sejumlah pembantu,tentara administrator pribadi. Sang penguasa saecara penuh mengendalikan birokrasi dan pengumpulan pajak, memonopoli kegiatan industri dan penjualan bahan-bahan pakaian dan produk lainnya yang penting, membangun sejumlah kota besar , dan memugar sejumlah tempat keramat dan jalan-jalan sebagai ekspresi dari kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyatnya.[6]
Di bidang politik, keberhasilan menyatukan wilayah-wilayah Persia dibawah satu atap, merupakan kesuksesanya di bidang politik. Betapa tidak, karena sebelumnya wilayah Persia terpecah dalam berbagai dinasti kecil yang bertaburan dimana-mana, sehingga para sejarawan berpendapat bahwa keberhasilan Shafawiyah itu merupakam kebangkitan nasionalisme Persia.[7] Kemajuan yang dicapai kerajaan Safawi tidak hanya terbatas dibidang politik , melainkan bidang lainnya juga mengalami kemajuan . Kemajuan-kemajuan itu antara lain:
1.Bidang Ekonomi
Kemajuan ekonomi dicapai terutama setelah kepulauan Hurmua dikuasai dan pelabuhan Gumrun diubah menjadi bandar Abbas. Dengan dikuasainya Bandar ini maka salah satu jalur dagang laut antara timur dan barat yang biasa diperebutkan oleh Belanda, Inggris, dan Prancis sepenuhnya jadi milik Kerajaan. Sektor pertanian juga mengalami kemajuan terutama didaerah bulan sabit subur.[8]
Letak Geografis Persia yang setrategis dan sebagian wilahnya yang subur sehingga disebut sebagai daerah bulan sabit subur , membuat mata dunia internasional pada saat itu memusatkan perhatiannya ke Persia. Portugal, Inggris, Belanda, dan Prancis berlomba-lomba menarik simpati istana Safawiyah. Bahkan Inggris telah mengirim duta khusus dan ahli pembuat senjata modern guna membantu memperkuat militer Safawiyah.
2.Bidang Ilmu Pengetahuan
Kemajuan di bidang tasawuf ditandai dengan berkembangnya filsafat ketuhanan (al-Hikmah al-ilahiyah) yang kemudian terkenal dengan sebutan filsafat ’’pencerahan’’. Adapun tokoh terbesarnya adalah Mulla Sadra.[9]
Sepanjang sejarah Persia dikenal sebagai bangsa yang telah berperadaban tinggi dan berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sejumlah ilmuan yang selalu hadir di majlis istana yaitu Baha al-Din al-Sayrazi, generalis ilmu pengetahuan, Sadar al-Din al-Syaerazi, filosof, dan Muhammad al-Baqir ibn Muhammad Damad,filosof,ahli sejarah, teolog dan seorang yang pernah mengadakan obdervasi tentang kehidupan lebah.[10] Selain itu ada juga Bahauddin al-’Amali bukan saja seorang ahli teolog dan sufi, tapi ia juga ahli matematika, arsitek, ahli kimia yang terkenal. Ia menghidupkan kembali studi matematika dan menulis naskah tentang matematika dan astronomiuntuk menyimpulkan ahli-ahli terdahulu.Ia ahli agama terhir dalam idlam yang juga ahli matematika ternama.[11]Dalam bidang ilmu pengetahuan , kerajaaan Safawi dapat dikatakan lebih maju dibanding Mughal dan Usmani
3.Bidang Pembangunan Fisik dan Seni
Kemajuan bidang seni arsitektur ditandai dengan berdirinya sejumlah bangunan megah yang memperindah Isfahan sebagai ibukota kerajaan. Sejumlah Masjid,sekolah, rumah sakit, jembatan yang memenjang diatas Zende Rud dan isana Chihil Sutun. Kota Isfahan juga diperindah dengan kebun wisata yang tertata apik.
Sejumlah kekurangan yang menyertai keberhasilan Syah Abbas yaitu, Abbas tidak pernah berhasil dalam menegakkan sebuah rezim yang benar-benar memusat. Beberapa kebijakannya dalam bidang administratif dan kemiliteran yang mengurangi tokoh-tokoh Turki tidak pernah berhasil menggeser kedudukan mereka. Kebijakannya dalam pergdagangan hanya berhasil dalam sesaat; beberapa progam keagamaan dan artistiknya mestilah disesuaikan dengan kebijakan yang lain . Akhirnya para elite perkotaan dan tuan tanah perkampungan juga terlalu lemah untuk mendukung sebuah negara yang memusat.
Beberapa perayaaan di bulan Muharram menjadi pusat seremonial dalam kalender keagamaan Syi’ah. Pembacaan kisah Hasan yang sangat memilukan hati, beberapa mata acara meliputi arak-arakan masa, pertunjukan yang sangat mengasyikkan, pidato dan pembacaan sya’ir-sya’ir ratapan, melambangkan rasa berkabung dan perasaan bersalah atas kematiannya. Beberapa kelompok ketetanggaam, geng-geng pamuda, dan beberapa faksi keagamaan berlomba-lomba dalam pemujaan terhadap Husayn bahkan sampai menimbulkan pertumpahan darah. Demikianlah Syi’isme telah menyalin seluruh sensibilitas keagamaan yang kompleks yang sebelumnya telah berkembang dalam Sunnisme. Dengan demikian ia telah menjadi sebuah alternatif versi Islam yang kompherensif.[12]Peta Kerajaan Safawi:
D.Kemunduran dan Kehancuran Kerajaan safawi
Kemunduran pemerintahan pusat telah berlangsung sepeninggal Abbas l. Setelah Abbas I tidak ada seorang pun yang memiliki visi ataun kecakapan sebagaimana Abbas, lebih- lebih setelah perjanjian dengan pihak Usmani pada tahun 1639, pasukan militer Safawiyah terbengkalai dan terpecah menjadi sejumlah resimen kecil dan lemah. Pada akhir abad tujuh belas, pasukan militer Safawiyah tidak lagi menjadi sebuah mesin militer yang berguna. Adminitrasi pusat juga mengalami perpecahan, dan beberpa prosedur penertiban pajak dan distribusi pendapatan negara menjadi tidak terkendalikan. Melemahnya pemerintahan pusat memungkinkan bangkitnya sejumlah pemberontakan otoritas Safawiyah. Pada abad delapan belas Iran telah dilanda kondisi anarkis. Di antara pihak yang memperebutkan kekuasaan politik yang paling besar adalah rezim Afghan,Afshar, Zand, dan Qajar. Pada tahun 1724, Ghalzai Afghan mengambil alih kekuasaan atas Isfahan. Selanjutnya Iran diserang oleh Usmani dan bangsa Rusia yang berbatasan dengannya. [13]
Pemberontakan bangsa Afghan tersebut terjadi pertama kali pada tahun 1709 M ,dibawah pimpinan Mir Vays yang berhasil merebut wilayah Qandahar. Pemberontakan lainnya terjadi di Heart, suku Ardabil di Afghanistan berhasil menduduki Mashad. Mir Vays diganti oleh Mir mahmud dan ia dapat memperasatukan pasukan Ardabil, sehimgga ia mampu merebut negri-negri Afghan dari kekuasaan Safawi.
Karna desakan dan ancaman Mir Mahmud,Syah Husain akhirnya mengakui kekuasaan Mir Mahmud dan mengangkatnya menjadi gubernur di Qandahar dengan gelar Husai Quli Khan (budak husain).dengan pengakuan ini,Mir mahmud makin leluasa bergerak sehingga tahun 1721 M, ia dapat merebut Kirman dan tak lama kemudian ia menyerang Isfahan dan memaksa Syah Husain menyerah tanpa syarat. Pada tanggal 12 oktober 1722 M Syah Husain menyerah dan 25 oktober Mir Mahmud memasuki kota Isfahan dengan penuh kemenangan.[14]
Salah seorang putra Husain,bernama Tahmasp II, mendapat dukungan penuh dari suku Qazar dari Rusia,memproklamasikan dirinya sebagai raja yang sah dan berkuasa atas Persia dengan pusat kekuasaanya di kota Astarabat. Tahun 1726 M, Tahmasp ll bekerjasama dengan Nadir Khan dari suku Afshar untuk memerangi dan mengusir bangsa Afghan yang menduduki Isfahan. Asyraf, pengganti Mir Mahmud,yang berkuasa di Isfahan di gempur dan dikalahkan oleh pasukan Nadir Khan tahun 1729 M. Asyraf sendiri terbunuh dalam peperangan itu. Dengan demikian dinasti Syafawi mulai berkuasa. Namun,pada bulan Agustus 1732 M, Thahmasap ll dipecat oleh Nadir Khan dan digantikan oleh Abbas lll (anak Tahmasp ll) yang ketika itu masih sangat kecil. Empat tahun setelah itu,tepatnya tanggal 8 Maret 1736, Nadir Khan mengangkat dirinya sebagai raja menggantikan Abbas lll. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan dinasti safawi di persia. [15]
Adapun sebab- sebab kemunduran dan kehancuran kerajaan Safawi adalah:
1. Adanya konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani. Berdirinya kerajaan Safawi yang bermadzhab Syi’ah merupakan ancaman bagi kerajaan Usmani
2. Terjadinya degradasi moral yang melanda sebagian pemimpin kerajaan Safawi, yang juga ikut mempercepat proses kehancuran kerajaan ini.
3. Pasukan Ghulam (budak-budak) yang dibentuk Abbas l ternyata tidak memiliki semangat perjuangan yang tingi.
4. Seringnya terjadi konflik intern dalam bentuk perebutan kekuasaan dikalangan keluarga istana.
Selain hal tersebut di atas,pada abad 17 beberapa kalangan Ulama Syiah tidak lagi mau mengakui bahwa Safawiyah telah mewakili pemerintahan sang imam tersembunyi.pertama,Ulama mulai meragukan otoritas Syah yang berlangsung secara turun temurun tersebut sebagai penanggung jawab pertama atas ajaran islam Syiah. Kedua, selaras dengan keyakinan Syiah,bahkan semenjak masa keghaiban besar tahun 941 sang imam tersembunyi tidak lagi terwakili di muka bumi oleh Ulama.Selanjutnya Ulama menegaskan bahwasannya Mujtahid menduduki otoritas keagamaan yang tertinggi.
Kehancuran rezim ini juga di sebabkan sejumlah perubahan yang luar biasa dalam hal hubungan negara dan agama.Safawiyah semula merupakan sebuah gerakan,tetapi setelah berkuasa rezim ini justru menekan bentuk bentuk millenarian islam sufi seraya cenderung kepada pembentukan lembaga ulama negara. Safawiyah menjadikan Syiisme sebagai agama resmi Iran, dan mengeliminir pengikut sufi mereka sebagai mana yang dilakukanya terhadap ulama sunni.
Krisis abad 18 mengantarkan kepada berakhirnya sejarah Iran pramodern. Hampir diseluruh wilayah muslim, priode pramodern yang berakhir dengan Interfensi, penaklukan bangsa eropa, dan dengan pembentukan beberapa razim kolonial, maka dalam hal ini konsolidasi ekonomi dan pengaruh politik bangsa eropa telah didahului dengan kehancuran Inperium Safawiyah dan dengan liberalisasi ulama. Demikianlah, Rezim safawiyah telah meninggalkan warisan kepada Iran modern berupa tradisi persia perihal sistem kerajaan yang agung, yakni sebuah rezim yang dibangun berdasarkan kekuatan uymaq atau unsur unsur kesukuan yang utama, dan mewariskan sebuah kewenangan keagamaan syiah yang kohesif, monolitik dan mandiri.[16]
[1] Badri Yatim,Sejarah Peradaban Islam,Jakarta :Rajawali Pers,1993,Hlm 139-140.
[2] Lapidus,Ira m,Sejarah Sosoial Umat Islam,Jakarta:Rajawalipers,1999,hlm442
[3] Didin Saepudin,Sejarah Peradaban Islam,Jakarta:Uin Jakarta press,2007,hlm179
[4] Ibid,hlm 180
[5] Carl Brokelmann,Tarikh asy-Syu’ub al-Islamiyah,Beirut:Dar el-Ilm,1974,hlm503
[6] Opcit,Lapidus,hlm 452.
[7] Opcit,Carl Brockelmann,Tarikh,hlm505.
[8] Ibid,hlm144.
[9] Opcit,Didin Saipudin,hlm180
[10] Opcit,Carl Brockelmann,hlm504.
[11] SH Nasr, Sains dan Peradaban di Dalam Islam, Bndung:1986,hlm40-41.
[12] Opcit,Lapidus Ira M,hlm 462.
[13] Ibid,hlm463.
[14]PM Holt,The Cambrigde History Of Islam,Bandung:1970,hlm.426.
[15] Ibid, hlm.428 -429.
[16] Opcit,Lapidus Ira M,hlm.465-467






Kerajaan Safawi di Persia berdiri ketika kerajaan Usmani sudah mencapai puncak kemajuannya, Kerajaan ini berkembang sangat cepat. Berbeda dari dua kerajaan besar Islam lainnya (Usmani dan Mughal), Kerajaan Safawi menyatakan Syi’ah sebagai madzhab Negara. Karena itu, kerajaan ini di anggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya Negara Iran dewasa ini. Kerajaan Safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Tarekat ini diberi nama Tarekat Safawiyah. Nama Safawiyah di ambil dari nama pendirinya Safi al-Din (1252-1334 M), dan nama safawi itu terus dipertahankan sampai Tarekat ini menjadi gerakan politik.
Safi al-Din berasal dari keturunan orang yang berada dan memilih sufi sebagai jalan hidupnya. Ia keturunan dari Imam Syiah yang keenam Musa al-Khazim. Gurunya bernama Syekh Taj al-Din Ibrahim Zahidi (1216-1301 M) yang di kenal dengan julukan Zahid al-Gilani.
Safi al-Din mendirikan tarekat Safawiyah setelah ia menggantikan guru dan sekaligus mertuanya yang wafat tahun 1301 M. Pengikut tarekat ini sangat teguh memegang ajaran agama. Pada mulanya gerakan tasawuf Safawiyah bertujuan memerangi orang-orang ingkar, kemudian memerangi golongan yang mereka sebut ahli-ahli bidah. Setelah ia mengubah bentuk tarekat itu dari pengajian tasawuf murni yang bersifat lokal menjadi gerakan keagamaan yang besar pengaruhnya di Persia, Syiria,dan Anatolia. Di negeri-negeri diluar Ardabil Safi al-Din menempatkan seorang wakil yang memimpin murid-muridnya. Wakil itu diberi gelar khalifah.
Suatu ajaran agama yang dipegang secara fanatic biasanya kerap kali menimbulkan keinginan di kalangan penganut ajaran itu untuk berkuasa. Karena itu, lama kelamaan murid-murid tarekat Safawiyah berubah menjadi tentara yang teratur, fanatic dalam kepercayaan dan menentang setiap orang yang bermahzab selain Syi’ah.
Kecenderungan memasuku dunia politik iu mendaapat wujud kongkritnya pada masa kepemimpinan Juneid (1447-1460 M). dinasti Safawi memperluas geraknya dengan menambah kegiatan keagamaan. Perluasan kegiatan ini menimbulkan konflik antara Juneid dengan penguasa Kara Koyunlu(domba hitam), Ia tinggal di istana Uzun Hasan yang ketika itu menguasai sebagian besar Persia.
Selama dalam pengasingan, Juneid tidak tinggal diam. Ia malah dapat menghimpun kekuatan untuk kemudian beraliansi secara politik dengan Uzun Hasan. Pada tahun 1459 M Juneid mencoba merebut Ardabil tetepi gagal. Pada tahun 1460 M ia mencoba merebut Sircasia tetapi pasukan yang di pimpinnya di hadang oleh tentara Sirwan. Ia sendiri terbunuh dalam pertempuran tersebut.
Ketika itu anak Juned Haidar masih kecil dan dalam asuhan Uzun Hasan.Karena itu,Kpemimpinan gerakan Safawi baru bisa diserahkan kepadanya secara resmi pada tahun 1470 M.Hubungan Haidar dengan Uzun Hasan semakin erat setelah Haidar mengawini salah seorang putri Uzun Hasan. Dari perkawinan ini lahir Ismail yang kemudian hari menjadi pendiri kerajaan Safawi di Persia.
Kemenangan AK Konyulu tahun 1476 M terhadap Kara Koyunlu membuet gerakan militer Safawi yang dipimpin oleh Haidar dipandang sebagai rival politik oleh AK Konyulu dalam meraih kekuasaan selanjutnya.AK Konyulu berusaha melenyapkan kekuatan militer dan kekuasaan Dinasti Safawi. Karena itu, ketika Safawi menyerang wilayah Sircassia dan pasukan Sirwan, AK Koyunlu mengirimkan bantuan militer kepada Sirwan, sehingga pasukan Haidar kalah dan Haidar sendiri terbunuh dalam peperangan itu.
Ali putra dan pengganti Haidar didesak oleh bala tentaranya untuk menuntut balas atas kematian ayahnya, terutama terhadap AK Koyunlu. Tetapi Ya’kub pemimpin AK Koyunlu dapat menangkap dan memenjarakan Ali bersama saudaranya, Ibrahim dan Ismail, dan ibunya, di fars selama empat setamgah tahun (1489-1493 M). Mereka di bebaskan oleh Rustam, putera mahkota AK Koyunlu, dengan syarat mau membantunya memerangi saudara sepupunya. Akan tetapi, tidak lama kemudian Rustan berbalik memusuhi dan menyerang Ali bersaudara, dan Ali terbunuh dalam serangan ini (1494 M).
Kepemimpinan gerakan Safawi selanjutnya berada di tangan Ismail, yang saat itu masih berusia tujuh tahun. Selama lima tahun Ismail besrta pasukanya bermarkas di Gilan, mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan para pengikutnya di Azerbaijan, Syria, dan Anatolia. Pasukan yang dipersiapkan itu dinamai Qizilbash (baret merah).
Dibawah pimpinan Ismail, pada tahun 1501 M, pasukan Qizilbash menyerang dan mengalahkan AK Koyunlu di Shahrur, dekat Nakhchivan. Ismail berkuasa selama lebih kurang 23 tahun, yaitu antara tahun 1501 dan 1524 M. Pada sepuluh tahun pertama ia berhasil memperluas wilayah kekuasaanya. Ia dapat menghancurkan sisa kekuatan AK Koyunlu di Hamadan (1510 M), menguasai Proponsi Kaspia di Nazandaran, gurgan, dan Yazd (1504 M), Diyar Bakr, (1505-1507 M) Baghdad dan daerah barat daya Persia,(1508 M), Sirwan (1509 M), dan Khurasan (1510 M). Hanya dalam waktu itu wilayah kekuasaanya sudah meliputi seluruh Persia dan baguan timur Bulan Sabit Subur (Fortile Crescent).
Tidaksampai disitu, anbisi politik mendorongnya untuk terus mengembangkan sayap menguasai daerah-daerah lainya, seperti ke Turki Usmani.Peperangan denagn Turki Usmani terjadi pada tahun 1514 M di Chaldiran, dekat Tabriz. Dalam peperangan ini Ismail I mengalami kekalahan, malah Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Salim dapat menduduki Tabriz. Kekalahan tersebut meruntuhkan kebanggaan dan kepercayaan diri Ismail ke Turki I berubah. Ia lebih senang menyendiri, menempuh kehidupan hura-hura dan berburu.
Rasa permusuhan dengan kerajaan Usmani terus berlangsung sepeninggal Ismail. Peperangan-peperangn antara dua kerajaan besar Islam ini terjadi beberapa kali pada zaman penerintahan Tahmasp I (1524-1576 M), Ismail II )1576-1577 M), dan Muhammad Khudabanda (1577-1587 M). Pada masa tiga raja tersebut kerajaan Safawi dalam keadaan lemah.
Kondisi memprihatinkan ini baru dapat diatasi setelah raja Safawi kelima, Abbas I naik tahta. Ia memerintah dari tahun 1588 sampai dengan 1628 M. Langkah-langkah yang di tempuh oleh Abbas I:Pertama, berusaha menghilangkan dominasi pasukan Qizilbash atas kerajaan Safawi dengan cara membentuk pasukan baru yang anggotanya terdiri dari budak-budak, berasal dari tawanan perang bangsa Georgia,Armenia,Sircassia yang telah ada sejak raja tahmasp I. Kedua, mengadakan perjanjian damai dengan turki usmani. Untuk mewujudkan perjanjian ini Abbas I terpaksa harus menyerahkan wilayah Azerbaizan, Georgia, dan sebagian wilayah Luristan.
Usaha – usaha yang dilakukan Abbas I tersebut berhasil membuat kerajaan safawi kuat kembali. Pada tahun 1598 M ia menyerang dan menaklukkan Heart. Dari sana ia melanjutkan serangan merebut Marw dan Balkh. Setelah kekuatan terbina dengan baik, ia juga berusaha mendapatkan kembali wilayah kekuasaanya dari turki usmani. Rasa permusuhan antara dua kerajaan yang berbeda aliran agama ini memang tidak pernah padam sama sekali. Pada tahun 1602 M, di saat Turki Usmani berada dibawah Sultan Muhammad III, Pasukan Abbas I menyerang dan berhasil menguasai Tabriz, Sirwan, dan Bagdad. Selanjutnya, pada tahun 1622 M pasukan Abbas I berhasil merebut kepulauan Hurmuz dan mengubah pelabuhan Gumrun menjadi pelabuhan Bandar Abbas.