Rabu, 22 Desember 2010

makalah ontologi ilmu pengetahuan

Ontologi Ilmu Pengetahuan
Sub BAB I

Filsafat ilmu pengetahuan adalah salah satu cabang filsafat yang mengangkat dbyek materi yaitu ilmu pengetahuan. Sedangkan Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang;(1) disusun metodis, sistematis dan koheren (“bertalian”) tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan (realitas), dan yang(2) dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tersebut. berarti Pengetahuan adalah proses mengetahui dan menghasilkan sesuatu yang disebut pengetahuan. Sebagai salah satu bidang filsafat, masalah ini dipersoalkan secara khusus di dalam “epistomologi”,
Kata “ilmu” merupakan terjemahan dari kata “science”, yang secara etimologis berasal dari kata latin “scinre”, artinya “to know”.Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam yang sifatnya kuantitatif dan obyektif.
Menurut Prof.Drs.harsojo menyatakan bahwa ilmu itu adalah:
a.Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematiskan
b.Suatu pendekatan atau suatu metodependekatan terhadap seluruh dunia empiris,yaitu dunia yang terikat oleh factor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.
Hakikat penyelidikan ilmu pengetahuan terdiri atas tiga aspek yaitu:
1.hakikat abstrak penyelidikan ilmu pengetahuan menekankan pada pendekatan interdisipliner dan multidisipliner
penyelidikan ilmu pengetahuan menekankan pada pendekatan khusus, dari sudut pandang tertentu2.hakikat potensi
penyelidikan ilmu pengetahuan menekankan pada individualitas obyek3.hakikat konkret materi

Perbedaan Antara Ilmu Pengetahuan Ilmiah dan Non Ilmiah
Persamaan dari ilmu ilmiah dan non ilmiah ialah bahwa kedua-duanya mencari kebenaran, timbul dari keinginan manusia untuk mengejar kebenaran untuk mengerti akan dirinya sendiri.
Perbedaanya ialah pengetahuan biasa (knowledge/common sense), sampai habis,tak ada tidak memandang betul sebab-sebabnya,tidak mencari rumusan yang obyektif,tidak menyelidiki obyeknya sintesis,tak bermetode dan tak bersistem.pengetahuan. ilmiah/ilmu pengetahuan(science) adalah sebaliknya yaitu mementingkan sebab-sebabnya, mencari rumusan yang sebaik-baiknya,menyelidiki obyeknya sampai habis.
Pengetahuan berkaitan erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek. Pengetahuan dapat dibedakan menjadi pengetahuan non-ilmiah dan pengetahuan pra-ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah hasil serapan indra terhadap pengalaman hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren.

Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah dapat dibedakan atas :
1.Ilmu Pengetahuan Fisis-Kuantitatif
Pengetahuan ini diperoleh melalui proses observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris.
2.Ilmu Pengetahuan Formal-Kualitatif
Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi dengan mencari hubungan antara konsep-konsep
3.Ilmu Pengetahuan Metafisis-Substansial.
filsafat diperoleh dengan cara analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis rasional) dengan mencari hakikat prinsip yang melandasi keberadaan seluruh kenyataan.

Objek Ilmu Pengetahuan;
-Ilmu Alam
-Ilmu pasti
-Sosiologi
-Ilmu Hayat
-Ilmu Bumi
-Ilmu Jiwa
-Ilmu kedokteran
-Ilmu pekerjaan Sosial

Sumber Ilmu Pengetahuan;
Setelah pengetahuan itu sesuatu yang mungkin dan realistis, masalah yang dibahas dalam lliteratur-literatur epistimologi Islam adalah masalah yang berkaitan dengan sumber dan alat pengetahuan. Para filusuf Islam menyebutkan beberapa sumber dan sekaligus alat pengetahuan, yaitu :

1. Alam tabi'at atau alam fisik
Contoh yang paling konkrit dari hubungan dengan materi dengan cara yang sifatnya materi pula adalah aktivitas keseharian manusia di dunia ini, sepert makan, minum, hubungan suami istri dan lain sebagianya. Dengan demikian, alam tabi'at yang materi merupakan sumber pengetahuan yang "barangkali" paling awal dan indra merupakan alat untuk berpengetahuan yang sumbernya tabi'at.

2. Alam Akal
Kaum Rasionalis, selain alam tabi'at atau alam fisika, meyakini bahwa akal merupakan sumber pengetahuan yang kedua dan sekaligus juga sebagai alat pengetahuan. Mereka menganggap akal-lah yang sebenarnya menjadi alat pengetahuan sedangkan indra hanya pembantu saja.

3. Analogi (Tamtsil)
Termasuk alat pengetahuan manusia adalah analogi yang dalam terminologi fiqih disebut qiyas. Analogi ialah menetapkan hukum (baca; predikat) atas sesuatu dengan hukum yang telah ada pada sesuatu yang lain karena adanya kesamaan antara dua sesuatu itu.

Analogi tersusun dari beberapa unsur; (1) asal, yaitu kasus parsial yang telah diketahui hukumnya. (2) cabang, yaitu kasus parsial yang hendak diketahui hukumnya, (3) titik kesamaan antara asal dan cabang dan (4) hukum yang sudah ditetapkan atas asal.Analogi dibagi dua;
1.Analogi interpretatif : Ketika sebuah kasus yang sudah jelas hukumnya, namun tidak diketahui illatnya atau sebab penetapannya.
2.Analogi Yang Dijelaskan illatnya : Kasus yang sudah jelas hukum dan illatnya.


4. Hati dan Ilham
Tentu yang dimaksud dengan pengetahuan lewat hati disini adalah penngetahuan tentang realita inmateri eksternal, kalau yang internal seperti rasa sakit, sedih, senang, lapar, haus dan hal-hal yang iintuitif lainnya diyakini keberadaannya oleh semua orang tanpa kecual


Ontologi Ilmu Pengetahuan
Sub BAB II


A. System, Struktur dan Susunan Ilmu Pengetahuan
1.Sistem
Sistem didefinisikan oleh Ryans sebagai “any indentifiable assemblage of elements (objects, persons, activities, information records etc) which are interrelated by process or structure and which are presumed to function as an organizational entity in generating an observable (or some times merely inferable)product”.
Dari definisi itu diperoleh pengertian bahwa dalam satu sistem terdapat hal-hal atau faktor-faktor berikut:
a.Ada seperangkat atau serakit elemen tertentu (assemblage of elements).
b.Elemen-elemen itu saling berjalin secara teratur (interrelated).
c.Ada mekanisme keterjalinan antar elemen itu dan merupakan suatu kesatuan organisasi.
d.Kesatuan organisasi itu berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
e.Berfungsinya organisasi itu menghasilkan sesuatu yang dapat diamati dan dipersaksikan (generating an observable product).
2.Struktur
Dalam bahasa Inggris struktur adalah structure dan Structura yang keduanya artinya adalah bangunan susunan. Dan sebutan untuk pandangan, filsafat atau gerakan filsafatnya disebut strukturalisme. Ditinjau dari fungsinya ia juga disebut sebagai Sistem Ilmu. Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik sebuah pengertian dari struktur ilmu yaitu; “Sebuah susunan yang terdiri dari komponen-komponen yang membatasi mekanisme pencarian sebuah kebenaran”.


3.Susunan
Perumusan masalah (berbentuk pertanyaan sebagai pegangan cari data)
Observasi (pengamatan dan pengumpulan data)
Klasifikasi data (berdasarkan jenis, kelas, sifat, ciri dll)
Perumusan pengetahuan (definisi, buat analisis dan sintesis induktif untuk memperoleh generalisasi/kesimpulan umum)
Ramalan (prediksi, menyusun implikasi logis atas gejala yang mungkin masih akan terjadi.
Verifikasi (uji kebenaran hipotesis, kalau tak benar harus diganti, data empiris.

B. Klasifikasi/ jenis Ilmu Pengetahuan dan sifat-sifatnya
1.Beberapa Pandangan Tentang Klasifikasi Ilmu Pengetahuan
Chritian woleff (1679-1674)
Aguste comte (1791-1857)
Karl Raimund Popper
Thomas s. Kuhn
Jurgen Habermas
Surajiyo

C. BATAS-BATAS PENJELAJAHAN/PENGKAJIAN ILMU
Ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Fungsi ilmu yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari. Ilmu diharapkan membantu kita memerangi penyakit, membangun jembatan, irigasi, membangkitkan tenaga listrik, mendidik anak, memeratakan pendapatan nasional dan sebagainya. Persoalan mengenai hari kemudian tidak akan kita tanyakan kepada ilmu, melainkan kepada agama, sebab agamalah pengetahuan yang mengkaji masalah-masalah seperti itu



A.Landasan penelaahan ilmu pengetahuan
Landasan pokok dalam penelaahan ilmu pengetahuan bertumpu pada tiga cabang filsafat yaitu ontologi, epistomologi dan aksiologi. Landasan ontologi berkaitan dengan pemahaman seseorang tentang kenyataan, landasan epistomologi memberikan pemahaman tentang sumber dan sarana pengetahuan manusia dan aksiologi yang memberikan suatu pemahaman tentang nilai hubungan kualitas objek dengan subjek (ilmuan).

1.Ontologi

Ontologi menurut Anton Bakker (1992) merupakan ilmu pengetahuan yang paling universal dan paling menyeluruh. Penyelidikannya meliputi gejala pertanyaan dan penelitian lainnya yang lebih bersifat bagian. Ontologi berusaha memahami keseluruhan kenyataan, segala sesuatu yang mengada segenapnya.
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologis mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu. Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.
Dalam kaitannya dengan kaidah moral atau nilai-nilai hidup, maka dalam menetapkan objek penelaahan, kegiatan keilmuan tidak boleh melakukan upaya yang bersifat mengubah kodrat manusia, merendahkan martabat manusia, dan mencampuri permasalahan kehidupan.

2.Epistemologi
Epistemologis adalah cabang filsafat yang membahas tentang asal mula, sumber, metode, struktur dan validitas atau kebenaran pengetahuan. Dalam kaitannya dengan ilmu, landasan epistemologi mempertanyakan proses yang memungkikan dipelajarinya pengetahuan yang berupa ilmu.

Dalam kaitannya dengan moral atau nilai-nilai hidup manusia, dalam proses kegiatan keilmuan, setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran, yang dilakukan dengan penuh kejujuran, tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup yang berdasarkan kekuatan argumentasi secara individual. Jadi ilmu merupakan sikap hidup untuk mencintai kebenaran dan membenci kebohongan.
Membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan.
Epistimologi suatu teori pengetahuan.
Ilmu pengetahuan diperoleh melalui proses metode keilmuan, dan sah disebut keilmuan.
Hakikat keilmuan ditentukan oleh cara berfikir yang dilakukan dengan sifat terbuka, dan menjunjung tinggi kebenaran di atas segala-galanya.

Kattsoff (1986) mengemukakan bahwa masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Secara garis besar ada tiga aliran dalam bidang epistemologi, yaitu:

a.Rasionalisme
b.Empirisme
c.Kritisme(RasionalimeKritis)
3.Aksiologi
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang nilai secara umum. Sebagai landasan ilmu, aksiologi mempertanyakan untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan. Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia. Dalam hal ini ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia, martabat manusia, dan kelestarian atau keseimbangan alam. Untuk itu ilmu yang diperoleh dan disusun dipergunakan secara komunal dan universal. Komunal berarti ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik bersama, setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Universal berarti bahwa ilmu tidak mempunyai konotasi ras, ideologi, atau agama.
Membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkannya.
Analisis tentang penerapan hasil-hasil temuan ilmu penegtahuan. Penerapan ilmu pengetahuan dimaksudkan untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dan keluhuran hidup manusia.
Ilmu bersifat netral
Tidak mengenal sifat baik atau buruk.
Netralitas ilmu terletak pada epistimologi.
Secara ontologis dan aksiologis, ilmuwan harus mampu menilai baik, buruk.
Ilmuwan yang harus menentukan sika

B.Sejarah ilmu pengetahuan

Dalam dunia islam,ilmu bermula dari keinginan untuk memahami wahyu yang terkandung dalam Al-Quran dan bimbingan Nabi Muhammad SAW.mengenai wahyu tersebut.Al-‘ilm itu sendiri terkenal sebagai sifat utama Allah SWT. Dalam bentuk kata yang berbeda,Allah SWT disebut juga sebagai Al-‘alim dan ‘alim,yang artinya: yang menetahui atau” yang maha tahu”. Ilmu adalah salah satu dari sifat utama AllahSWT dan merupakan satu-satunya kata yang Komprehensif serta bisa digunakan untuk menerangkan pengetahan Allah SWT.
Keterangan tafsir sering kali ditekankan sehubungan dengan kelima ayat Al-Quran yang paling pertama diwahyukan (QS.96:1-5), antara lain bahwa ajaran islam sejak awal meletakkan semangat keilmuan pada posisi yang amat penting.banyaknya ayat Al-Quan dan hadits Nabi SAW tentang ilmu antara lain memberi kesan bahwa tujuan utama hidup ini ialah memperoleh ilmu tersebut.
Dalam hubungan ini, sebagian ahli menerang kan perkembangan ilmu dalam Islam dengan melihat cara pendekatan yang ditempuh kaum muslimin terhadap wahyu dalam menghadapi suatu situasi di mana mereka hidup, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut pendekatan ini, ge nerasi pada masa Nabi Muhammad SAW telah menangkap semangat ilmu yang diajarkan oleh Islam yang disampaikan oleh Nabi SAW tetapi se mangat itu baru menampakkan dampak yang amat luas setelah Nabi SAW wafat. Hadirnya Nabi SAW di tengah-tengah kaum muslimin pada generasi pertama sebagai pimpinan dan tokoh sentral menyebabkan semua situasi dan persoalan-persoalan yang muncul dipulangkan kepada dan diselesaikan oleh Nabi SAW.


Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.Landasan ontologi berkaitan dengan pemahaman seseorang tentang kenyataan.Landasan epistomologi memberikan pemahaman tentang sumber dan sarana pengetahuan manusia. Aksiologi yang memberikan suatu pemahaman tentang nilai hubungan kualitas objek dengan subjek (ilmuan).
2.Dalam dunia islam,ilmu bermula dari keinginan manusia untuk memahami wahyu yang terkandung dalam Al-Quran dan bimbingan Nabi Muhammad SAW.
3.Ilmu adalah salah satu dari sifat utama AllahSWT dan merupakan satu-satunya kata yang Komprehensif serta bisa digunakan untuk menerangkan pengetahan Allah SWT.
4.Pada mulanya, suatu karya diterjemahkan dan dipelajari karena alasan praktis, Akan tetapi, motif awal dipelajarinya ilmu-ilmu ter sebut ternyata pada perkembangan selanjutnya mengalami pertumbuhan sedemikian rupa, sehing ga tidak lagi terbatas untuk keperluan-keperluan praktis dan ibadah tetapi juga untuk keperluan yang lebih luas.

Besarnya pengaruh bidang keilmuan yang ditinggalkan kaum ilmuwan muslim pada abad-abad yang lampau tidak hanya tampak pada banyaknya nama-nama pakar muslim yang disebut dan ditulis dalam bahasa Eropa, tetapi juga pada pengakuan yang diberikan oleh dan dari berbagai kalangan ilmuwan. Zaman Kebangkitan atau Zaman Renaisans di Eropa, yang di zaman kita telah melahirkan ilmu pengetahuan yang canggih, tidak lahir tanpa andil yang sangat besar dari pemikiran dan khazanah ilmu dari ilmuwan muslim pada masa itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar