Selasa, 22 Maret 2011

makalah statistik

Bab I
Pendahuluan
A. latar belakang masalah
Statistik pada dasarnya merupakan alat Bantu untuk memberi gambaran atas suatu kejadian melalui bentuk yang sedrhana baik berupa angka maupun gambar (grafik). Berhadapan dengan statistic artinya berhadapan dengan sekumpulan angka-angka. Dimana angka – angka yang ada tidak hanya angkan yang dapat mengambarkan masa lalu saja tetapi dapat juga digunakan untuk meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Statistik berfungsi hanya sebagai alat bantu! Peranan statistik dalam penelitian tetap diletakkan sebagai alat. Artinya, statistik bukan menjadi tujuan yang menentukan komponen penelitian lain. Oleh sebab itu, yang berperan menentukan tetap masalah yang dicari jawabannya dan tujuan penelitian itu sendiri.
Statistik dapat berguna dalam penyusunan model, perumusan hipotesis, pengembangan alat pengambil data, penyusunan rancangan penelitian, penentuan sampel, dan analisis data, yang kemudian data tersebut diinterpretasikan sehingga bermakna. Hampir semua penelitian ilmiah dilakukan terhadap sampel kejadian, dan atas dasar sampel itu ditarik suatu generalization. Suatu generalisasi pasti mengalami error, disinilah salah satu tugas statistikbekerja atas dasar sampel bukan populasi. Dengan demikian pengujian hipotesis dapat kita lakukan dengan teknik-teknik statistik.
Dari hasil analisis statistik yang diperoleh berdasarpkan perhitungan yang angka-angka tersebut, sebenarnya belum mempunyai arti apa-apa tanpa dideskripsikan dalam bentuk kalimat atau kata-kata di dalam penarikan kesimpulan. Jika tidak, maka hasil analisis tersebut tidak akan bermakna dan hanya tinggal angka-angka yang tidak "berbunyi".
B. Pembatasan masalah
Agar lebih fokus dalam pembahasan ini saya membatasi permasalahan menjadi beberapa sub pokok pembahsan yang meliputi: perbedaan statistik dan statistika, fungsi statistik, kegunaan statistik, ciri khas statistik, data statistik, dan instrumen dan teknik pengumpulan data
C. Perumusan masalah
Dari uraian sempintas diatas yang telah dipaparkan saya dapat menguraikan perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa perbedaan dari statistik dan statistika?
2. Bagaimana fungsi statistik, kegunaan statistik, ciri khas statistik?
3. Apakah yang dimaksud data statistik ?
4. Bagaimana instrumen dan teknik pengumpulan data
D. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui perbedaan statistik dan statistikau
2. Untuk mengetahui fungsi statistik, kegunaan statistik, ciri khas statistik
3. Untuk mengetahui data statistik
4. Untuk mengetahui instrumen dan teknik pengumpulan data
E. Metode penulisan
Dalam pembahasan statistik ini saya menggunakan metode analisis deskriftif dari sumber-sumber yang saya peroleh
F. Sistematika Penulisan
Makalah ini di buat 3 bab yang masing-masing bab di lengkapi sub-sub bab dengan sistematika sebagai berikut:
Bab I : Pendahuluan yang menguraikan lata belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II : Pemmbahasan yang menguraikan tentang perbedaan statistik dan statistika, fungsi statistik, kegunaan statistik, ciri khas statistik, data statistik, dan instrumen dan teknik pengumpulan data
Bab III : Penutup yang menguraikan tentang simpulan dan saran-saran

Bab II
Pembahasan

1. Perbedaan statistik dan statistika
a. Pengertian Statistik
Statistik pada dasarnya merupakan alat Bantu untuk memberi gambaran atas suatu kejadian melalui bentuk yang sedrhana baik berupa angka maupun gambar (grafik). Berhadapan dengan statistic artinya berhadapan dengan sekumpulan angka-angka. Dimana angka – angka yang ada tidak hanya angkan yang dapat mengambarkan masa lalu saja tetapi dapat juga digunakan untuk meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Berikut definisi statistic menurut beberapa ahli dalam bidang statistic :
1. Menurut Freund and William : Statistik adalah kumpulan data berupa angka
2. Menurut Noegroho Budijuwono : Statistik adalah keseluruhan metode pengumpulan data dan analisa angka
3. Menurut Agus Irianto : Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, analisa, penarikan kesimpulan atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan asumsi – asumsi tertentu.
b. Pengertian statistika
untuk memperoleh sekumpulan informasi yang menjelaskan masalah untuk menarik kesimpulan yang benar tentu saja harus melalui beberapa proses, yaitu meliputi proses pengumpulan informasi,, pengolahan informasi dan proses penarikan kesimpulan. kesemuanya itu memerlukan pengetahuan tersendiri yang disebut statistika




2. Fungsi statistik :
Fungsi statistic secara garis besar adalah :
1. Deskriptif ; berfungsi untuk mejelaskan kesimpulan yang bersifat umum, generalisasi saja dari pada yang ada. Atau hanya menyederhanakan sekelompok data yang sudah ada.
2. Inferential : merupakan pengembangan fungsi statistic, dimana dapat berbicara lebih banyak tentang data yang ada dibandingkan dengan statistic deskriptif.
Sedangkan fungsi statistic secara khusus :
1. menggambarkan data dalam bentuk tertentu
2. menyederhanakan data
3. dapat digunakan sebagai teknik untuk melakukan perbandingan
4. dapat memebri petunjuk untuk perumusan kebijakan perusahaan
5. dapat mengukur untuk memepelajari suatu gejala baik yang bersifat social maupun ekonomi
6. dapat digunakan untuk menentukan hubungan sebab akibat
3. Kegunaan Statistik.
Di antara kegunaan Statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah: (a) Untuk menggambarkan keadaan, baik secara umum amupun secara khusus; (b) Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan (pasang-surut) dari waktu ke waktu; (c) Untuk mengetahui permandingan (membandingkan) antara gejala yang satu dengan gejala yang lain; (dalam) Untuk menilai keadaan dengan jalan menguji perbedaan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain; (e) Untuk menilai keadaan dengan jalan mencari hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain; (f) Untuk menjadi dasar atau pedoman, baik di dalam menarik kesimpulan, mengambil keputusan, serta memperkirakan terjadinya sesuatu hal atas dasar bahan-bahan keterangan (data) yang telah berhasil dihimpun, dan lain sebagainya.
4. Ciri Khas Statistik
1. Statistik selalu bekerja dengan angka (bilangan).
Ini mengandung pengertian bahwa tanpa data angka mak Statistik tidak akan mampu melaksanakan tugasnya sebagai ilmu pengetahun.Meskipun demikian bukanlah berarti bahwa data yang bukan angka (data kwalitatip) tidak mungkin digarap secara Statistik. Data kwalitatif pun sebenarnya dapat diolah secara Statistik, asalkan terlebih dahulu diubah menjadi data angka (data kwantitatip) dengan kata lain data kwalitatip itu di kwantifikasikan lebih dahulu (proses kwantifikasi). Contoh: “Pandai”, “cukup”, “kurang” adalah data kwalitatip. Data demikian dapat saja diolah dengan Statistik, caranya: (1) Harus diketahui berapa orang (dituangkan dalam bentuk angka) yang tergolong pandai, cukup dan kurang itu; (2) Yang disebut pandai, cukup, dan kurang itu nilainya berapa (dituangkan dalam bentuk angka, misalnya “Pandai” nilainya= 80 – 100; “cukup” nilainya= 60 – 79; “Kurang” nilainy= 0 – 59 dan sebagainya.
2. Statistik bersifat obyektif.
Ini mengandung pengertian bahwa Statistik bekerja menurut obyeknya; dengan kata lain Statistik bekerja menurut apa adanya. Kesimpulan-kesimpulan atau ramalan-ramalan yang dihasilkan oleh Statistik adalah semata-mata didasarkan atas angka-angka yang dihadapi dan diolah dan bukan didasarkan atas subyektifitas atau pengaruh-pengaruh luar lainnya. Itulah sebabnya mengapa Statistik sering dikatakan sebagai “Alan penilai kenyataan”.
3. Statistik bersifat universal.
Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan Statistik tidaklah sempit. Statistik dapat dipergunakan atau diterapkan dalam hampir semua cabang kegiatan hidup manusia. Dapat disaksikan misalnya: Statistik harga, Statistik moneter, Statistik Eksport dan Import, Statistik Penduduk, Statistik Kelahiran, Statistik Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk, Statistik Pertanian, Statistik Perdagangan, Statistik Kriminalitas, Statistik Psikologi dan Pendidikan, Statistik Kesehatan, Statistik Lalu Lintas….. dan lains sebagainya, dan sudah barang tentu termasuk pula di dalamnya Statistik Keagamaan. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa Statistik bersifat menyeluruh atau bersifat universal.
5. Data Statistic
1. Data Kualitatif
Adalah data yang bukan angka, ciri : tidak bisa dilakukan operasi matematika. Terbagi dua :
a. Nominal.
Data paling rendah dalam level pengukuran data. Contoh : jenis kelamin, tanggal dan tempat lahir seseorang.
b. Ordinal.
Ada tingkatan data. Contoh : sangat setuju, setuju, kurang setuju dan tidak setuju.
2. Data Kuantitatif
Adalah data berupa angka dalam arti sebenarnya, dapat dilakukan operasi matematika. Terbagi dua :
a. Data Interval
Contoh : interval temperature ruang adalah sebgai berikut.
Cukup panas jika antara 50˚c - 80˚c
Panas jika antara 80˚c - 110˚c
Sangat panas jika antara 110˚c - 140˚c
b. Data Rasio
Tingkat pengukuran paling ‘tinggi’ ; bersifat angka dalam arti sesungguhnya. Beda dengan interval mempunyai titik nol dalam arti sesungguhnya.

Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.
B. Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data
1. Data Internal
Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.
C. Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya
1. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan lain-lain.
2. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.
D. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data
1. Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.
2. Data Kontinyu
Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
E. Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1. Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
2. Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
6. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data bisa dibedakan dengan beberapa hal, seperti:
1. Berdasarkan Setting (Setting Alamiah, Labortorium dengan melalui eksperimen, di rumah dengan mewawancarai responden, seminar, dan lain-lain)
2. Berdasarkan sumber data: (Sumber Primer : Sumber yang langsung memberikan data dan Sumber Sekunder : Sumber yang tidak langsung memberikan data).
3. Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data dibagi lagi menjadi: Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Triangulasi/Gabungan

Pengumpulan Data dengan Observasi
Macam-macam observasi: (Sanafiah Faisal: 1990)

 Observasi Partisipatif, yang terbagi menjadi: Observasi yang Pasif, Observasi yang Moderat, Observasi yang Aktif, dan Observasi yang Lengkap.
 Observasi Terus Terang dan Tersamar
 Observasi tak Terstruktur

Observasi Partisipatif
 Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang
 diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti (Susan
Stainback:1998)
 Klasifikasi (Sanafiah Faisal:1990)
 Partisipasi Pasif : Peneliti mengamati tapi tidak terlibat dalam kegiatan
tersebut.
 Partisipasi Moderat :Peneliti ikut observasi partisipatif pada beberapa
beberapa kegiatan saja, tidak semua kegiatan.
 Partisipasi Aktif : Peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan narasumber,
tapi belum sepenuhnya lengkap
 Partisipasi Lengkap : Peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan
narasumber




Observasi Terus Terang atau Tersamar
 Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan
penelitian.
 Suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber.
Observasi tak Berstruktur
• Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
• Apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur dengan
menggunakan pedoman observasi

Manfaat Observasi
Menurut Nasution (1988)
• Peneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh.
• Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung.
• Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh orang lain.
• Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat wawancara.
• Peneliti dapat mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi responden.
• Peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang diteliti.
Obyek observasi
1. Space : Ruang dalam aspek fisiknya
2. Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial
3. Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
4. Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu
5. Act : Perbuatan / Tindakan tertentu
6. Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
7. Time : Urutan Kegiatan
8. Goal : Tujuan yang ingin dicapai
9. Feeling : Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang



Tahapan Observasi
Observasi Deskriptif :
1. Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas
2. Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua
yang dilihat, semua yang didengar, dll.
3. Observasi Terfokus :
4. Observasi dipersempit pada aspek tertentu
5. Observasi Terseleksi :
6. Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh data
yang lebih rinci, peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan dan
persamaan antar kategori

Pengumpulan Data dengan Wawancara
Pengertian :
Menurut Esterberg (2002) : Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu
Macam-macam Wawancara
1. Wawancara Terstruktur
2. Bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan
diperoleh.
3. Peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-
pertanyaan tertulis dan alternatif jawaban.
4. Wawancara Semi Terstruktur
5. Dilaksanakan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
6. Bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.
7. Wawancara tak berstruktur
8. Dilakukan secara bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara
secara sistematis.
9. Pedoman yang digunakan hanya garis-garis besar permasalahan.
10. Peneliti belum mengetahui secara pasti apa yang akan diperoleh, sehingga
peneliti lebih banyak mendengarkan
Langkah-langkah Wawancara
1. Menurut Lincoln & Guba, ada 7 langkah :
2. Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan.
3. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
4. Mengawali atau membuka wawancara.
5. Melangsungkan alur wawancara.
6. Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
7. Menuliskan hasil wawancara.
8. Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.
Jenis-jenis Pertanyaan dalam Wawancara
• Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
• Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat.
• Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan.
• Pertanyaan tentang pengetahuan.
• Pertanyaan yang berkenaan dengan indera.
Hal-hal yang Berkenaan dengan Wawancara
• Alat-alat wawancara :
• Buku Catatan
• Tape Recorder
• Camera
• Mencatat Hasil Wawancara
• Hasil wawancara harus dicatat.
• Untuk wawancara yang dilakukan secara. terbuka & tidak berstruktur, peneliti
perlu rangkuman yang lebih sistematis.




Teknik Pengumpulan Data dengan Dokumen
• Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental yang lain.
• Dokumen yang dipilih harus memiliki kredibilitas yang tinggi.
Triangulasi
 Merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari
berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Dengan Triangulasi, peneliti sebenarnya mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data.

7. Instrumen Dan Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian, dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan tujuannya. Ada berbagai metode, antara lain; wawancara, observasi (pengamatan), kuesioner atau angket dan dokumenter.
Metode yang dipilih untuk setiap variabel tergantung pada berbagai faktor terutama jenis data dan ciri responden. Untuk data historis misalnya tidak bisa ditemukan dengan observasi tetapi dimungkinkan dengan dokumenter atau wawancara. Hal ini tergantung pada karakteristik data variabel, maka metode yang digunakan tidak selalu sama untuk setiap variabel. Berikut ini adalah metode pengumpulan data suatu penelitian.
1. Observasi (pengamatan)
Observasi adalah dimana peneliti mencatat informasi sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian. Penyaksian dengan melihat, mendengar, merasakan yang kemudian dicatat seobyek mungkin. Dengan jenis pengamatan baik pengamatan dengan partisipasi penuh, partisipan, dan pengamat sempurna (complete observer).
2. Survei
Survei adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan instrumen untuk memintas tanggapan dari responden tentang sampel. Ciri-cirinya sebagai berikut:
a. Dipakai pada sampel yang mewakili populasi, khususnya probabilistic sampling.
b. Respon didapankan langsung dari responden.
c. Penggunaan survei melibatkan banyak responden daengan area yang lebih luas.
d. Dilaksanakan pada situasi yang alamiyah. Dapat dikunjungi di kantor, rumah untuk meminta informasi tanpa diharuskan menghadiri acara tertentu.
Pada dasarnya survei terdiri atas wawancara dan kuesinoner. Wawancara biasanya dilakukan dalam hubungan langsung ata tatap muka antara pewancara dan responden. Mengajukan pertanyaan, tanggapan dan melaporkannya secara tertulis. Instrumennya disebut schedule. Bentuk umum dari kuesioner adalah kuesinoner tertulis yang dikirim langsung ke responden. Du dalamnya terdapat pedoman untuk membimbing responden memberikan tanggapannya. Instrumennya adalah kuesinoner.
3. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam hubungan tatap muka sehingga gerak dan mimik responden merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal. Wawancara juga menangkap perasaan, pengalaman, emosi, motif yang dimikili responden. Dengan bebarapa jenis wawancara baik wawancara berstruktur dan tidak atau wawancara campuran.
4. Kuesioner (Angket)
Pada kuesiner pertanyaan disusun dalam bentuk tanya sedangkat pada angket, pertanyaan disusun dalam kalimat pertanyaan dengan opsi jawaban yang tersedia. Dilakukan dengan media yakni dengan daftar pertanyaan yang dikirim kepada responden.



5. Metode Dokumenter
Dokumen adalah catatan tertulis tentang berbagai kegiatan atau peristiwa masa lalu. Data statistik yang diterbitkan secara berkala oleh Biro Pusat Statistik (BPS) adalah dokumen yang mencatat berbagai perkembangan yang terjadi di Indonesiadalam kurun waktu tertentu. Semua dokumen yang berhubungan dengan penelitian yang bersangkutan perlu dicatat sebagai sumber informasi.
























Bab III
Penutup

A. Simpulan
Pengertian Statistik
Berikut definisi statistic menurut beberapa ahli dalam bidang statistic :
1. Menurut Freund and William : Statistik adalah kumpulan data berupa angka
2. Menurut Noegroho Budijuwono : Statistik adalah keseluruhan metode pengumpulan data dan analisa angka
3. Menurut Agus Irianto : Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, analisa, penarikan kesimpulan atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan asumsi – asumsi tertentu.

Fungsi statistik :
Fungsi statistic secara garis besar adalah :
1. Deskriptif ;
2. Inferential :
Sedangkan fungsi statistic secara khusus :
1. menggambarkan data dalam bentuk tertentu
2. menyederhanakan data
3. dapat digunakan sebagai teknik untuk melakukan perbandingan
4. dapat memebri petunjuk untuk perumusan kebijakan perusahaan
5. dapat mengukur untuk memepelajari suatu gejala baik yang bersifat social maupun ekonomi
6. dapat digunakan untuk menentukan hubungan sebab akibat


Kegunaan Statistik.
Di antara kegunaan Statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah: (a) Untuk menggambarkan keadaan, baik secara umum amupun secara khusus; (b) Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan (pasang-surut) dari waktu ke waktu; (c) Untuk mengetahui permandingan (membandingkan) antara gejala yang satu dengan gejala yang lain; (dalam) Untuk menilai keadaan dengan jalan menguji perbedaan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain; (e) Untuk menilai keadaan dengan jalan mencari hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain;
Ciri Khas Statistik
1. Statistik selalu bekerja dengan angka (bilangan).
2. Statistik bersifat obyektif.
3. Statistik bersifat universal.
Data Statistic
1. Data Kualitatif
a. Nominal.
b. Ordinal.
Data Kuantitatif
1. Data Interval
2. Data Rasio
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Observasi (pengamatan)
2. Survei
3. Wawancara
4. Kuesioner (Angket)
5. Metode Dokumenter
B. Saran-Saran
statistik merukapan alat untuk mengukur suatu data, dan alat untuk mengetahui data yang di inginkan agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dan utunk mengetahui berbagai macam kejadian, baik itu dalam hal perdagangan apakah ia mengalami kerugian setiap harinya atau pun mendapatkan untung setiapp hari, oleh karenanya statistik sangatlah berguna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kepada para pembaca yang budiman, untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang statistik ini, penyusun sadar apa yang sudah dituangkan dalam makalah ini jauh dari pada kesempurnaan oleh karenanya, kepada para pembaca hendaknya untuk mendalami lagi tentang statistik ini, besar harapan penyusun agar kiranya tulisan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.


















Daftar Pustaka
 Agus Irianto, Prof, DR, Statistik: Konsep Dasar dan Aplikasinya, Prenada Media, Jakarta, 2004.
 Gonick, Larry and Smith, Woolcott, Kartun Statistik, Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, 2002.
 J. Supranto, Pengantar Metode Statistik, Edisi VI, Penerbit Airlangga, Jakarta, 2003.
 Noegroho Boedijoewono, Drs, Pengantar Statistik Ekonomi dan Perusahaan, Jilid 1 dan 2, UPP AMP YKPN, Jogjakarta, 2000.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar