Selasa, 22 Maret 2011

makalah bimbingan konseling

BAB III
PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Pengertian Bimbingan Dan Konseling
1. Pengertian bimbingan
Dalam kehidupan sehari-hari, seiring dengan penyelenggaraan pendidikan pada umumnya, dan dalam hubungan saling pengaruh antara orang yang satu dengan yang lainnya, peristiwa bimbingan setiap kali dapat terjadi, orang tua membimbing anak-anaknya; guru membimbing murid-muridnya, baik melalui kegiatan pengajaran maupun non pengajaran; para pemimpin membimbing warga yang dipimpinya melalui berbagai kegiatan, misalnya berupa pidato, rapat, diskusi, dan instruksi, proses bimbingan dapat pula melalui media cetak (buku, surat kabar, majalah dan lain-lain), dan media elektronika (radio, televisi, film, vidio) bimbingan sebagai pendidikan dan perkembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik.
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyesuaian yang bijaksana.
Merangkum pendapat dari para ahli yang telah memberikan definisi tentang bimbingan maka dapat diambil unsur-unsur pokok bimbingan sebagai berikut:
1. Pelayanan bimbingan merupakan suatu proses artinya bahwa pelayanan bimbingan bukan sesuatu yang sekali jadi, melainkan melalui liku-liku tertentu sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam pelayanan ini
2. Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan Bantuan disini tidak diartikan sebagai bantuan materil, melainkan bantuan yang bersifat menunjang bagi pengembangan pribadi bagi individu yang dibimbing.
3. Bantuan itu diberikan kepada individu, baik perseorangan maupun kelompok, sasaran pelayanan bimbinan adalah orang yang diberi bantuan, baik orang seorang secara individu ataupun secara kelompok
4. Pemecahan masalah dalam bimbingan dilakukan oleh dan atas kekuatan klien sendiri.
5. Bimbingan dilaksanakan dengan menggunakan berbagai bahan, interaksi, nasihat, ataupun gagasan, serta alat-alat tertentu baik yang berasal dari klien sendiri, konselor maupun dari lingkungan
6. Bimbingan tidak hanya diberikan untuk kelompok-kelompok umur tertentu saja, tetapi meliputi semua usia, mulai dari anak-anak, remaja.dan orang dewasa.
7. bimbingan diberikan oleh orang-orang yang ahli yaitu orang-orang yang memiliki keperibadian yang terpilih dan telah memperoleh pendidikan serta latihan yang memadai dalam bidang bimbingan dan konseling
8. Pembimbing tidak selayaknya memaksakan keinginan-keinginannya kepada klien karena klien mempunyai hak dan kewajiban untuk menentukan arah dan jalan hidupmua sendiri, sepanjang dia tidak mencampuri hak-hak orang lain.
9. satu hal yang belum tersurat secara langsung dalam rumusan-rumusan diatas ialah : bimbingan dilaksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Berdasarkan butir-butir pokok tersebut maka yang dimaksud dengan bimbingan adalah proses pemberin bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau berupa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri: dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
2. Pengertian Konseling
Secara etomologi istilah konseling berasal dari bahasa latin yaitu “consilium” yang berarti dengan ata bersama yang dirangkai dengan menerima atau memahami. sedangkan dalam bahasa anglo-saxon.. istilah konseling berasal dari sellon yang berarti menyerahkan atau menyampaikan.
sedangkan secara terminologi sesuai dengan ciri-ciri pokok yaitu konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang megnalami sesuatu masalah disebut klien yagn bermuara pada teratasinya masalah yagn dihadapai oleh klien
B. Istilah penyuluhan dan konseling
Masyarkat umum telah mengenal istilah bimbingan dan penyuluhan sebagai terjemahan dari istilah asing Guidance dan counseling dengan demikian yang dimaksud dengan penyuluhan di sini adalah suatu yagn sama artinya dengan konseling, istilah mana yang dipakai, penyuluhan atau konseling, memang masih menjadi bahan ketidaksesuaian dianatara berbagai pihak, baik mereka yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam profesi bimbingan dan konseling itu sendiri.
akibat yang lebih jauh ialah masyarakat akan menyamaratkan saja pengertian penyuluhan untuk konseling dan penyuluhan untuk arti yagn lain itu.
Berdasarkan uraian singakt tersebut, demi kemantapan profesi yang didambakan oleh semua, kiranya perlu dipakai satu istilah yagn dimaksudkan di sini ialah konseling.
C. Perkembangan konsepsi bimbingan dan konseling
perkembangan konsepsi bimbingan dan konseling dibedakan kedalam lima periode yaitu:
periode pertama : perkembangan bimbingan dan konseling yang diprakarsai oleh frank person. pengertian bimbingan baru mencangkup bimbingan jabatan.
Periode kedua: gerakan bimbingan lebih menekankan pada bimbingan pendidikan. dalam tahapan ini bimbingan dirumuskan sebagai suatu totalitas pelayanan yang secara keseluruhan dapat diintegritas ke dalam upaya pendidikan.
Periode ketiga: pelayanan untuk penyesuaian diri mendapat perhatian utama. pada periode ini di dasari benar bahwa pelayanan bimbingan tidak hanya disangkutpautkan dengan usaha-usaha pendidikan saja, tidak pula hanya mencocokan individu untuk jabatan-jabatan tertentu saja, melainkan juga bagi peningkatan kehidupan mental.
Periode keempat: gerakan bimbingan menekankan pentingnya proses perkembangan individu. pada periode ini pelayanan bimbingan dihubungkan dengan usaha individu untuk memenuhi tugas-tugas perkembanganya.
Periode kelima: tampak adanya dua arah yang berbeda yaitu: kecenderungan yang ingin kembali ke periode pertama dan kecendrungan yang lebih menekankan pada rekonstruksi sosial dan personal dalam rangka membantu pemecahan masalah yang dihadapi individu.
D. Tujuan bimbingan dan konseling
tujuan umum bimbingan dan konseling terbagi menjadi dua yaitu Tujuan umum dan tujuan khusus
Tujuan umum yaitu untuk membantu individu memperkemabangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya, berbagai latar belakang yang ada seperti keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi, serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya.
tujuan khusus yaitu bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum tersebut yang dikaitkan secara langsung dengan permaslaahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan, sesuai dengan kompleksitas permasalahannya itu.
E. Asas-asas bimbingan dan konseling
asas-asas yang dimaksudkan adalah asas kerahasian, kesukarelaan, keterbukaan, kekinian, kemandirian, kegiatan, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, ahli tangan dan tut wuri handayani
F. Kesalahpahaman dalam bimbingan dan konseling
Bimbingan konseling merupakan bahan impor yang perkembanganya di indonesia masih tergolong baru. Apabila untuk penggunaan istilah saja, terutama istilah penyuluhan dan konseling, masih belum ada kesepakatan semua pihak, maka dapat dimengerti kalau sampai sekarang masih banyak kelasahpahaman dalam bidang bimbingan dan konseling.
kesalahpahaman tersebut pertama-tama perlu dicegah penyebaranya dan kedua perlu diluruskan apabila diinginkan agar gerakan pelayanan bimbingan dan konselong pada umumnya dapat berjalan dan berkembang dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan praktek penyelenggaraanya. kesalahpahaman yang sering dijumpai di lapangan antara lain:
1. Bimbingan dan konseling disamakan saja dengan atau dipisahkan sama sekali dari pendidikan
Ada dua pendapat yang ektrim berkenaan dengan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
Petama : pendapat yang mengatakan bahwa bimbingan dan konseling sama saja dengan peindidikan. pendapat ini mengganp bahwa pelayanan khusus bimbingan dan konseling tidak perlu disekolah. jadi dengan sendirinya bimbingan dan konseling sudah termasuk ke dalam usaha sekolah yang menyelenggarakan pendidikan itu.
Kedua: Penapat yang menyatakan bahwa pelayanan bimbingan dan konseling harus benar-benar dilaksanakan secara khusus oleh tenaga yang benar-benar ahli dengan perlengkapan yang benar-benar memenuhi syarat.
2. Konselor disekolah dianggap sebagai polisi sekolah
Masih banyak anggapan bahwa peranan konelsor di sekolah adalah sebagai polisi sekolah yang harus menjaga dan mempertahankan tata tertib, disiplin, dan keamanan sekolah.

3. Bimbingan dan konseling dianggap semata-mata sebagai proses pemberian nasihat.
Bimbingan dan konseling bukan hanya bantuan yang berupa pemberian nasihat. pemberian nasihat hanya merupakan sebagain kecil dari upaya-upaya bimbingan dan konseling. pelayanan bimbingan dan konseling menyagkut seluruh kepentingan klien dalam rangka pengembangan pribadi klien secara optimal.
4. Bimbingan dan konseling dibatasi pada hanya menangani masalaha yang bersifat insidental
Memang, sering kali pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari masalah yang dirasakan klein sekarang, yang sifatnya diadakan. namun pada hakikatnya pelayanan itu sendiri menjangkau dimensi waktu yang lebih luas, yaitu yang lalu, sekarang, dan yang akan datang.
5. Bimbingan dan konseling dibatasi hanya untuk klien-klien tertentu saja
Pelayanan bimbingan dan konseling bukan tersedia dan tertuju hanya klien-klien tertentu saja, tetapi terbuka untuk segenap individu ataupun kelompok yang memerlukannya.

6. Bimbingan dan konseling melayani orang sakit dan / atau kurang normal
Bimbingan dan konseling hanya melayani orang-orang normal yang mengalami masalah tertentu.
7. Bimbingan dan konseling bekerja sendiri
Pelayanan bimbingaan konseling bukanlah proses yang terisolasi, melainkan proses yang bekerja sendiri sarat dengan unsur-unsur budaya, sosial dan lingkungan. oleh karenanya pelayanan bimbignan dan konseling tidak mungkin menyendiri, konselor perlu bekerja sama dengan orang-orang yang diharapkan dapat membantu penanggulangan masalah yang sedang dihadapai oleh klien. di sekolah misalnya masalah yang dihadapi siswa tidak berdiri sendiri, malah itu sering kali saling dengan orang tua siswa, guru, dan pihak-pikah lain.
8. Konselor harus aktif, sedangkan pihak lain pasif
Sesuai dengan asas kegiatan, disamping konselor yang bertindak sebgai pusat penggera bimbingan dan konseling, pihak lain pun, terutama klien, harus secara langsung aktif terlibat dalam proses tersebut.
9. Menganggap Pekerjaan bimbingan dan konseling dapat dilakkan oleh siapa saja
Benarkah pekerjaan bimbingan konseling dapat dilakukan oleh siapa saja? jawabanya bisa benar bisa juga tidak. Benar jika bimbingan dan konseling dianggap sebagai pekerjaan yang mudah dan dapat dilakukan secara amatiran belaka. tidak jika bimbingan dan konseling dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan yaitu mengikuti filosofi, tujuan, metode, dan asas-asas tertentu, dengan kata dilaksanakan secara profesional.
10. Pelayanan bimbingan dan konseling berpusat pada keluhan pertama saja
jika melihat gejala-gejala dan/atau keluhan awal yang disampaikan oleh klien. namun demikian, jika pembahasan masalah itu dilanjutkan, didalami, dan dikembangkan, seringkali ternyata bahwa masalah yang sebenarnya lebih jauh, lebih luas dan pelik apa yang sekedar tampak atau disampaikan itu.
11. Menyamakan pekerjaan bimbingan dan konseling dengan pekerjaan dokter atau psikiater.
Memang dalam hal-hal tertentu terdapat persamaan pekerjaan yaitu sama-sama menginginkan klien atau pasien terbebas dari penderitaan yang dialaminya. Namun demikian, pekerjaan bimbingan dan konseling tidaklah persis sama dengan pekerjaan dokter atau psikiater. baik dokter ataupun psikiater bekerja denga orang sakit sedangkan konselor bekerja dengan orang yang sehat yang sedang mengalami masalah. cara penyembuhan yang dilakukan dokter atau psikater lainnya. sedangkan bimbingan dan konseling memberikan jalan pemecahan masalah melalui perubahan orientasi pribadi, penguatan mental/psikis, penguatan tingkah laku, pengubahan lingkungan, upaya-upaya perubahan perbaikan serta teknik-teknik bimbingan dan konseling lainnya.
12. Menganam hasil pekerjaan bimbingan dan konseling harus segera dilihat
Usaha-usaha bimbingan dan konseling bukanlah lampu aladin yang dalam sekejap saja sudah dapat mewujudkan apa yang diminta. Usaha yang menyangkut aspke-aspek mental/psikologis dan tingkah laku tidaklah dapat dicepat-cepatkan : sehingga lekas masuk. pendekatan ingin mencapai hasil segera mungkin justru dapat melemahkan usaha itu sendiri. ini tidaklah berarti bahwa usaha bimbingan dan konseling boleh bersantai-santai saja dalam menghadapi masalah klien.
13. Menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien
Menyamaratakn cara pemecahan suatu masalah yang dihadapi klien itu hal yang salah, pada dasarnya, pemakaian sesuatu cara tergantung pada pribadi klien, jenis dan sifat masalah, tujuan yang ingin dicapai, kemampuan petugas bimbingan dan konseling, dan sarana yang tersedia.
14. Memusatkan usaha bimbingan dan konseling hanya pada penggunaan instumentasi bimbingan dan konseling (misalnya tes, Inventori, angket dan alat pengungkap lainnya)
perlu diketahui bahwa perlengkapan dan sarana utama yang pasti ada dan dapat dikembangkan pada diri konselor ialah dan keterampilan pribadi. dengan kata lain, ada dan digunakan instrumen (tes, inventori, angket, dan sebagainya itu) hanyalah sekedar pembantu. ketiadaan alat-alat itu tidak boleh mengganggu, menghambat, ataupun melumpuhkan sama sekali usaha pelayanan bimbingan dan konseling.
15. Bimbingan dan konseling dibatasi pada hanya menangani masalah-masalah yang ringan saja.
Dalam kesalah pahaman ini terkadang sebagian orang menganggap bahwa bimbingan konseling itu hanya pekerjaan yang menangani masalah yang ringan-ringan saja, hal ini sangatlah tidak benar, menyikapi hal tersebut bahwa suatu masalah itu jangan dianggap remeh, kadang kita menganggap suatu masalah itu sukar untuk dipecahkan jalan keluarnya, akan tetapi apabila kita sudah mengkaji secara mendalam, ternyata masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan tepat, sebaliknya masalah yang dianggap mudah untuk dipecahkan dalam mencari jalan solusinya, dalam prakteknya banyak sekali menemukan kendala-kendala yang pada akhirnya masalah tersebut bisa berlarut-larut bahkan tidak dapat mendapatkan solusinya. seperti itulah contohnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar